You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
148 Pohon Tabebuya Ungu Ditanam di TPU Pondok Ranggon
photo Nurito - Beritajakarta.id

148 Pohon Tabebuya Ungu Ditanam di TPU Pondok Ranggon

Sebanyak 148 pohon Tabebuya Ungu ditanam di kawasan Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. Penanaman pohon tersebut dilakukan secara bertahap sejak awal Maret 2025.

"Kita akan terus lakukan penanaman dengan target 500 pohon"

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Timur, Dwi Ponangsera menargetkan sebanyak 500 pohon Tabebuya akan menghijaukan TPU Pondok Ranggon.

"Saat ini sudah tertanam 148 pohon jenis Tabebuya Ungu. Kita akan terus lakukan penanaman dengan target 500 pohon," ujarnya, usai kegiatan Jumat Menanam di TPU Pondok Ranggon, Jumat (11/4).

Peziarah Padati TPU Pondok Ranggon Jelang Ramadan

Ia berharap, dengan semakin banyaknya pohon yang ditanam juga akan lebih memberikan kenyamanan bagi para peziarah yang datang ke TPU.

"Penanaman pohon ini sangat penting sekaligus untuk meningkatkan kualitas udara," terangnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Rosyid (48), sangat apresiasi adanya program penanaman pohon di area TPU Pondok Ranggon agar lebih rindang dan asri.

"Melalui penanaman pohon ini tentu warga yang berziarah akan merasakan suasana teduh dan nyaman," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

    access_time03-08-2026 remove_red_eye1229 personTiyo Surya Sakti
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1081 personAnita Karyati
  3. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1073 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Kepulauan Seribu Raih Peringkat Pertama Aktivasi IKD Terbaik Nasional

    access_time03-08-2026 remove_red_eye1064 personAnita Karyati
  5. Konservasi Pulau Sabira Perkuat Ekosistem Laut dan Kesejahteraan Nelayan

    access_time03-08-2026 remove_red_eye1042 personAnita Karyati