You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Timer Panel dan Tembok Penahan Pipa Rupom Brantas Rusak
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Tembok Penahan Pipa di Brantas Bolong

Diduga karena mesin pompa penyedot air terus bekerja pada musim penghujan, Februari lalu, tembok penahan pipa di Rumah Pompa Brantas, Jalan DI Panjaitan Raya, Jatinegara, bolong. Ini berisiko air bisa berbalik ke areal pompa apabila aliran Kali Brantas meninggi.

Tembok penahan pipa itu tidak boleh ada rongga atau bolong sedikit pun. Mumpung lagi musim kemarau lebih baik cepat diperbaiki

Dais Inandar, penanggungjawab Rumah Pompa Brantas dan Cawang Wika, mengaku sudah melaporkan kondisi ini kepada Dinas Tata Air saat datang mendata apa saja kerusakan yang ada di Rumah Pompa.

"Tembok penahan pipa itu tidak boleh ada rongga atau bolong sedikit pun. Mumpung lagi musim kemarau lebih baik cepat diperbaiki," ujarnya, Kamis (20/8).

Gedung Rumah Pompa Kebon Nanas Retak

Bukan cuma merusak tembok, banjir Fabruari lalu itu juga sudah merusak timer pompa. Saat ini, timer pompa sudah dibawa Dinas PU dan Tata Air untuk diganti.

"Mesin pompa mati dan nyala secara otomatis tergantung volume air dari saluran Cawang Kavling dan intensitas hujan. Pasca banjir airnya pasang surut karena kadang hujan kadang nggak. Mungkin itu yang menyebabkan salah satu timer-nya mengalami gangguan," tandas Dais.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6879 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5677 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3394 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2126 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1894 personAnita Karyati