You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
44 Kelurahan di Jakpus Telah Berkomitmen STBM
photo Folmer - Beritajakarta.id

Realisasikan STBM, Jakpus Masuk Kategori Kota Sehat

Sukses merealisasikan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di 44 kelurahan, Jakarta Pusat masuk dalam kategori kota sehat.

"Menggandeng beberapa CSR untuk membantu warga menyediakan tangki septik,"

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin mengatakan, salah satu program STBM yang baru saja diwujudkan adalah pembangunan tangki septik bagi 10 rumah warga RW 03 Kelurahan Cidang, Gambir.

Pembangunan tangki septik komunal di Kelurahan Cidang ini, jelas Arifin, merupakan hasil kolaborasi pihaknya dengan Corporate Social Responsibility (CSR)  PT Paljaya.  

Munjirin Resmikan Pembangunan Tangki Septik di Pondok Labu

"Kami menggandeng beberapa Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu warga menyediakan tangki septik," ujar Arifin, Jumat (2/5).

Menurut Arifin, pihaknya akan terus membangun fasilitas serupa di kawasan pemukiman padat penduduk, demi mewujudkan lingkungan bersih dan sehat.

Upaya Pemkot Jakpus menciptakan lingkungan bersih dan sehat dengan merealisasikan STBM, mendapat apresiasi dari anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wa Ode Herlina  

"Dewan akan mendorong alokasi anggaran untuk menuju hidup bersih dan sehat bagi warga Jakarta membangun fasilitas tangki septik," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6674 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5650 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2490 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2092 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1861 personAnita Karyati