You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I / 2025 di Jakarta Capai 4,95 Persen
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Triwulan Pertama 2025, Ekonomi Jakarta Tumbuh 4,9 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat, selama triwulan pertama  2025  ekonomi Jakarta mengalami pertumbuhan sebesar 4,95 persen secara year on year (y on y).

"Ekonomi Jakarta  tumbuh di atas rata rata nasional," 

Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin mengatakan, secara year on year pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta masih di atas angka nasional sebesar 4,87 persen.

"Ekonomi Jakarta  tumbuh di atas rata rata nasional, sehingga ini patut disyukuri termasuk secara q to q tumbuh 0,59 persen," ujar Nurul Hasanudin, Senin (5/5).

BPS DKI Susun Strategi Pengumpulan Data Sensus Ekonomi 2026

Menurut Nurul, perekonomian Jakarta berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), atas dasar harga berlaku pada triwulan pertama 2025 mencapai Rp957,5 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp554,25 triliun atau tumbuh 0,59 persen dibandingkan triwulan empat 2024.

Ia menjelaskan, tiga lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi di Jakarta yakni penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,64 persen; jasa lainnya 8,98 persen serta transportasi dan pergudangan sebesar 7,96 persen.

Ia memaparkan, ekonomi Jakarta triwulan I tahun 2025 tumbuh 0,59 persen dibandingkan triwulan IV tahun 2024 dilihat dari tiga lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi berdasarkan q to q .

Tiga lapangan usaha tersebut yaitu, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial sebesar 14,71 persen; jasa keuangan dan asuransi sebesar 3,57 persen serta Informasi dan komunikasi 2,63 persen.

Ia menambahkan,  sumber pertumbuhan ekonomi di Jakarta pada triwulan pertama 2025 dari sisi lapangan usaha yang tertinggi dari sektor informasi dan komunikasi sebesar 0,82 persen, perdagangan 0,69 persen serta jasa keuangan dan asuransi 0,64 persen.

"Sumber pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran didominasi dari sektor konsumsi rumah tangga y to y sebesar 3,10 persen dan konsumsi pemerintah 0,99 persen," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye8337 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6603 personNurito
  3. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye2327 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1572 personFolmer
  5. Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulogadung Permudah Mobilitas dan Aksesibilitas Warga

    access_time09-10-2026 remove_red_eye1307 personAldi Geri Lumban Tobing