You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ratusan Warga Setiabudi Ikuti Edukasi Cerdas Pilih Obat
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Ratusan Warga Setiabudi Ikuti Edukasi Cerdas Pilih Obat

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta menggelar kegiatan edukasi bertajuk 'Cerdas dalam Memilih dan Mengonsumsi Obat Bahan Alam dan Suplemen Kesehatan Aman' bagi warga Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (17/5).

"Jangan mudah tergiur dengan efek cespleng,"

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara BBPOM Jakarta dan Komisi IX DPR RI ini diikuti sekitar 200 warga. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih produk kesehatan yang aman, legal, dan terdaftar.

BBPOM di Jakarta Sosialisasikan Jajanan Aman ke 285 Sekolah

Kepala BBPOM Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar menjelaskan, penggunaan obat bahan alam yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) sangat berbahaya bagi kesehatan.

"Jangan mudah tergiur dengan efek cespleng. Obat bahan alam tidak boleh mengandung bahan kimia obat karena dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal," ujarnya, Minggu (18/5).

Ia menambahkan, pihaknya kerap menemukan jamu pegal linu yang dicampur parasetamol atau produk penambah stamina yang mengandung zat terlarang.

"Kami hadir di tengah masyarakat untuk memberikan informasi yang benar dan tepat terkait obat, makanan, kosmetik, obat bahan alam, dan suplemen kesehatan yang digunakan sehari-hari. Masyarakat harus cerdas dan kritis dalam memilih produk yang aman dan terdaftar di BPOM," jelas Sofiyani.

Ia menekankan, edukasi ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya keamanan produk yang mereka konsumsi.

"Pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari upaya BPOM dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya keamanan obat dan makanan, penggunaan produk yang tepat, serta perlindungan konsumen dari produk ilegal dan berbahaya," tambahnya.

Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama, turut hadir dan mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK memeriksa kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa, sebelum membeli atau menggunakan produk kesehatan.

"Saya mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan produk mencurigakan atau ilegal melalui aplikasi BPOM Mobile," tandas pria yang akrab disapa Uya Kuya itu.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Lurah Kalisari Minta Maaf Terkait Unggahan Foto AI, Petugas Disanksi

    access_time06-04-2026 remove_red_eye29371 personNurito
  2. Kasatpol PP Jaksel Pastikan Penertiban PKL di Jalan HR Rasuna Said Humanis

    access_time07-04-2026 remove_red_eye2119 personTiyo Surya Sakti
  3. Pemprov DKI Pastikan Gelar Lebaran Betawi 2026 Pekan Depan

    access_time03-04-2026 remove_red_eye1201 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Penertiban Billboard Bermuatan Sensitif

    access_time06-04-2026 remove_red_eye952 personFakhrizal Fakhri
  5. Pramono Pastikan Perawatan Puluhan Siswa Korban MBG Tertangani Baik

    access_time04-04-2026 remove_red_eye908 personDessy Suciati