You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemkot Jakut Canangkan Aksi Bersama Percepatan Penurunan Stunting
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

Pemkot Jakut Canangkan Aksi Bersama Percepatan Penurunan Stunting

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, Kamis (5/6), mencanangkan Aksi Bersama Percepatan Penurunan Stunting dengan Upaya Peningkatan Kesehatan Peserta Didik, Ibu Hamil dan Ibu Balita.

"Semoga kegiatan ini menjadi satu budaya pembiasaan perilaku hidup sehat,"

Kegiatan yang dipusatkan di Blok D Rumah Susun Marunda ini diikuti 200 peserta, terdiri dari pelajar SMPN 290, ibu hamil dan ibu balita, organisasi pemerintah daerah (OPD) terkait  dan kolaborator Young Health Programme (YHP) dari Plan Indonesia.

Plt Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Ratna Sari menjelaskan, selain di Rusun Marunda pencanangan aksi ini juag dilaksanakan di RPTRA Si Pitung dan SMPN 290.

Kampanye #GerakLebihBersih Langkah Konkret Kurangi Polusi Udara

Dijelaskan Ratna, acara pencanangan di Rusun Marunda diisi dengan berbagai kegiatan. Diantaranya pemeriksaan kesehatan, pemberian tablet penambah darah, edukasi bagi ibu hamil dengan materi persiapan persalinan tanda bahaya persalinan dan KB pasca salin.

Sedangkan di SMPN 290 pencanangan dimeriahkan dengan kegiatan senam dan sarapan bergizi bersama, serta eduka mengenai kesehatan reproduksi pada remaja dan efek gadget pada kesehatan mental anak.

Sementara di RPTRA si Pitung, kegiatan diisi dengan pemberian makanan pada bayi dan anak, serta edukasi mengenai tindak kekerasan terhadap anak.

"Meski telah terjadi penurunan prevelensi stunting sebesar 0,1 persen pada 2024, namun upaya percepatan perlu dilakukan," tukasnya.

Selain persoalan prevelensi, ungkap Ratna, cakupan intervensi sensitif yakni persentase kehamilan yang tidak diinginkan di Jakarta Utara juga masih di bawah target nasional sebesar 15,5 persen.

Kemudian, kata Ratna, dari hasil cakupan screening anemia remaja putri kelas 7 dan kelas 10 di Jakarta Utara masih ditemukan siswi terindikasi anemia ringan, sedang dan berat. Karena itu, perlu dilakukan intervensi. 

 

Berbagai intervensi dan edukasi yang diberikan dalam kegiatan ini, diharapkan Ratna, bisa mendorong para peserta dan sasaran kegiatan untuk membudayakan hidup sehat

"Semoga kegiatan ini menjadi satu budaya pembiasaan perilaku hidup sehat, sebagai upaya pencegahan stunting di Jakarta Utara," tegasnya.

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan, mengapresiasi dan menilai kegiatan seperti sangat penting untuk memperkuat serta memperluas kolaborasi dalam upaya mempercepat penurunan stunting.

"Ini tugas kita semua. Bersama-sama berkolaborasi mengawasi dan mengawal kegiatan aksi bersama ini agar menjadi aksi nyata di lapangan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye5838 personTiyo Surya Sakti
  2. Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2355 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2109 personFakhrizal Fakhri
  4. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1697 personDessy Suciati
  5. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1599 personNurito