You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
HPPO JIS Siap Dihuni Warga Kampung Bayam Mulai Hari ini
photo Istimewa - Beritajakarta.id

HPPO JIS Siap Dihuni Warga Kampung Bayam

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan, Hunian Pekerja Pendukung Operasional (HPPO) Jakarta International Stadium (JIS) sudah siap ditempati. Proses pengisian hunian oleh warga Kampung Bayam direncanakan dimulai beberapa hari ke depan.

"Mengundang warga Kampung Bayam untuk melakukan sosialisasi kontrak sewa hunian." 

Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat menjelaskan, pada hari ini pihaknya mulai melakukan sosialisasi kontrak sewa hunian kepada warga Kampung Bayam. Setelahnya akan ditindaklanjuti dengan proses penandatanganan kontrak.

“Hari ini kami akan mengundang warga Kampung Bayam untuk melakukan sosialisasi kontrak sewa hunian. Serta penandatanganan kontrak dan serah terima kunci,” ujarnya, Selasa (29/7).

Kampung Susun Bayam Masuki Tahap Akhir Persiapan Hunian

Hendra menjelaskan, acara tersebut akan dilaksanakan di kantor Wali Kota Jakarta Utara. Ia berharap seluruh warga terkait bisa hadir sehingga bisa menyelesaikan seluruh persoalan.

Diakui Hendra, kegiatan sosialisasi ini menindaklanjuti komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan proses hunian warga eks Kampung Bayam berjalan secara transparan, tertib, dan partisipatif.

Langkah ini juga merupakan kelanjutan dari kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Jakpro, dan perwakilan warga yang sebelumnya difasilitasi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.

Ditegaskan Hendra, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong percepatan pemanfaatan Kampung Susun Bayam sebagai hunian layak dan terjangkau bagi warga, sekaligus menjaga prinsip keadilan sosial dalam setiap proses relokasi dan penyediaan hunian.

"Untuk surat pernyataan dan kontrak sudah disiapkan pihak Jakpro,” imbuhnya.

Direktur Utama PT Jakpro, Iwan Takwin menjelaskan, selain memastikan bangunan siap digunakan pihaknya juga sudah membangun fasilitas pendukung kegiatan ekonomi warga yaitu untuk urban farming, seperti lahan bercocok tanam dan kolam ikan.

“Selain menanggung tagihan listrik sejak Juni 2024 sampai Mei 2025 sebesar Rp540 juta, kami juga sudah mengeluarkan Rp440,8 juta untuk menyiapkan urban farming yang kelak akan dimanfaatkan untuk warga,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6867 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6352 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1446 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1428 personTiyo Surya Sakti
  5. Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    access_time13-03-2026 remove_red_eye1346 personAldi Geri Lumban Tobing