You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Dolar Menguat, Pengrajin Tahu Tempe Akan Atur Strategi
photo Folmer - Beritajakarta.id

Perajin Tahu Tempe Belum Terpengaruh Dolar AS

Kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dalam sebulan terakhir, belum mempengaruhi aktivitas produksi pengrajin tahu tempe di Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat.

Tapi, kalau dolarnya terus menguat dan harga kedelai naik, ya terpaksa ukuran produksi tahu dan tempe dikurangi saja

Handoko, salah seorang perajin tahu tempe dan juga pengurus Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Kopti) mengaku, kenaikan mata uang asing hingga saat ini belum berpengaruh terhadap usaha pengrajin disebabkan pihak Kopti melakukan import kedelai sendiri.

 

Pertumbuhan Ekonomi DKI Masih Stabil

“Hingga saat ini belum ada pengaruh. Produksi tahu tempe saat ini masih sesuai standar. Tapi, kalau dolar terus menguat dan harga kedelai naik, ya terpaksa ukuran produksi tahu dan tempe dikurangi saja,” kata Handoko, Rabu (26/8).

    

Handoko mengaku, harga beli kedelai dari Kopti selama dua pekan terakhir mengalami kenaikan yang semula seharga Rp 6.900 naik jadi Rp 7.100 per kilogram. Sedangkan yang membeli di luar anggota koperasi naik dari Rp 7.000 menjadi Rp 7.400 per kilogram

“Justru sejak naiknya harga daging sapi dan ayam, permintaan masyarakat akan tahu tempe untuk dijadikan lauk semakin banyak. Setiap harinya produksi di Kopti mencapai 60 ribu ton lebih,” jelasnya.

Pendapat senada diutarakan Solikhin, perajin tempe di Semanan. Dia mengaku, tidak menaikkan harga tahu dan tempe kepada pembeli, walaupun telah ada kenaikan harga bahan pokok kedelai.

“Ukuran tempe juga masih belum dikurangi, walaupun keuntungan yang diperoleh menjadi berkurang. Tapi, masih bisa untung sedikit,” ungkapnya.

Sekretaris Kopti Semanan, Wartoyo menambahkan, pihaknya hingga saat ini masih memiliki stok bahan kedelai sebanyak 500 ton. Stok kedelai yang tersedia saat ini diperkirakan cukup untuk kebutuhan sekitar dua hingga tiga bulan ke depan.

“Kopti saat ini sudah bisa mengimpor sendiri kedelai sesuai kebutuhan. Jadi tidak ada lagi gonjang ganjing seperti kemarin,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Padat Karya

    access_time05-06-2026 remove_red_eye2038 personDessy Suciati
  2. Pramono Minta Sampah di Muara Angke Rutin Dibersihkan

    access_time07-06-2026 remove_red_eye1561 personDessy Suciati
  3. PMI Jaksel Ikut Bantu Penyintas Kebakaran di Kebon Kosong

    access_time04-06-2026 remove_red_eye1427 personTiyo Surya Sakti
  4. Parkir Liar di Jaktim Ditindak

    access_time08-06-2026 remove_red_eye1279 personNurito
  5. Pekan Raya Jakarta 2026 Bidik Enam Juta Pengunjung

    access_time04-06-2026 remove_red_eye835 personFolmer