You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Warga memilah sampah botol plastik di bank sampah Bersih Tertata, Kelurahan Rambutan
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Bank Sampah Bersih Tertata Tumbuhkan Kesadaran Warga Pilah Sampah

Kehadiran Bank Sampah Bersih Tertata di Jalan Puskesmas, RT 12/01, Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, terbukti mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Setiap minggu, warga rutin mengumpulkan sampah non-organik untuk ditimbang dan dijual.

"Memilah sampah rumah tangga"

Ketua Bank Sampah Bersih Tertata, Nani Yunita mengatakan, meskipun baru berdiri empat bulan, jumlah nasabah aktif sudah mencapai sekitar 75 orang.

Ia optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah karena pihaknya aktif melakukan sosialisasi dan mengajak warga untuk berpartisipasi.

Pemkot Jakut Terima Kunjungan Tim Verifikator KKS Tingkat Nasional

"Kehadiran Bank Sampah Bersih Tertata ini kami bentuk untuk menumbuhkan kesadaran warga dalam memilah sampah rumah tangga. Ini juga mendukung program Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang," ujarnya, Sabtu (11/10).

Menurutnya, rata-rata sampah pilah yang dikumpulkan dari para nasabah mencapai 200 hingga 300 kilogram setiap waktu penimbangan.

"Hasil penjualan sampah non-organik dari kegiatan bank sampah ini biasanya mencapai sekitar Rp700 ribu hingga Rp1 juta per minggu, tergantung volume dan jenis sampahnya," terangnya.

Ia menambahkan, uang hasil penjualan ditabung dan kini saldonya telah mencapai sekitar Rp10 juta.

"Rencananya, uang itu akan digunakan untuk kegiatan sosial serta kegiatan warga RW 01, Kelurahan Rambutan," terangnya.

Menurutnya, operasional bank sampah masih ada beberapa kendala yang dihadapi, terutama keterbatasan lahan untuk menampung barang bekas. Saat ini, sistem pengumpulan dilakukan dengan cara sampah dipilah dan disimpan sementara di rumah warga, kemudian diambil setiap minggu untuk dikumpulkan di Sekretariat RW.

"Kendala lain adalah kurangnya personel untuk mengangkut sampah dari rumah warga ke Sekretariat RW saat waktu penimbangan," bebernya.

Sementara itu, pengurus Bank Sampah Bersih Tertata lainnya, Indah menuturkan, pengumpulan sampah dilakukan oleh 15 orang pengurus bersama kader Dasawisma dan PKK.

"Jenisnya sampah beragam, didominasi kardus dan botol atau gelas plastik bekas air mineral," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye2031 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1243 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1123 personFakhrizal Fakhri
  4. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye900 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Pemprov DKI Bakal Hubungkan Dua JPO di Rasuna Said

    access_time05-08-2026 remove_red_eye770 personDessy Suciati