You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Petugas Hiperkes melakukan pemeriksaan kualitas udara lingkungan kerja
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Pusat Hiperkes dan KK DKI Jakarta Teregistrasi Sebagai Laboratorium Lingkungan

Pusat Higiene Perusahaan, Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja (Hiperkes dan KK) DKI Jakarta resmi teregistrasi sebagai Laboratorium Lingkungan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, dengan Nomor Registrasi 011/LPJ/LABLING-B/LRK/KLH.

"memperkuat kontribusi terhadap pengujian kualitas lingkungan,"

Registrasi ini menjadi bukti bahwa laboratorium tersebut memenuhi standar nasional SNI ISO/IEC 17025:2017 sebagai laboratorium penguji dalam melaksanakan kegiatan pengujian lingkungan yang kompeten dan akurat, peningkatan kapasitas layanan dan berdampak pada peningkatan retribusi daerah Pemprov DKI Jakarta.

Kepala Pusat Hiperkes dan KK DKI Jakarta, Heny D Mayawati mengatakan, laboratorium penguji yang telah teregistrasi memiliki manfaat besar dalam hal legalitas (compliance terhadap Permen LHK Nomor 23 Tahun 2020 tentang Laboratorium Lingkungan), kredibilitas, dan kualitas hasil uji.

Dinas Nakertransgi Luncurkan Dua Unit Mobil Penguji K3

“Selain itu, registrasi ini juga meningkatkan peluang kerja sama, memperluas daya saing dan peluang bisnis, serta memperkuat kontribusi terhadap pengujian kualitas lingkungan yang berdampak terhadap strategi pengelolaan lingkungan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (16/10).

Heny menyampaikan, perusahaan yang menggunakan jasa laboratorium Hiperkes dan KK dapat memperoleh layanan pengujian lingkungan kerja sekaligus pengujian lingkungan hidup.

Dengan teregistrasinya laboratorium Hiperkes dan KK ini, maka akan mendapatkan jaminan legalitas dan akurasi hasil uji.

Selain itu, hal ini juga menunjukkan kepatuhan terhadap PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sekaligus meningkatkan reputasi perusahaan dan efisiensi operasional dalam pelaporan lingkungan.

Ia menjelaskan, data hasil uji dari laboratorium yang teregistrasi KLHK memiliki status legal dan sah untuk dilaporkan ke instansi lingkungan hidup seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), atau dalam program PROPER.

“Sebaliknya, laporan pemantauan lingkungan triwulan akan ditolak atau tidak diakui bila menggunakan hasil uji dari laboratorium yang belum teregistrasi,” katanya.

Dengan demikian, registrasi ini menjadi langkah penting bagi Pusat Hiperkes dan KK DKI Jakarta dalam memperkuat peran dan tanggung jawabnya dalam bidang pengujian kualitas lingkungan hidup.

“Melalui pengujian yang kredibel, akurat, dan sesuai standar nasional, laboratorium ini diharapkan mampu mendukung pembangunan berkelanjutan serta menjadi mitra strategis bagi dunia usaha di Jakarta dan sekitarnya” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1359 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1215 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1000 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye970 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye796 personFakhrizal Fakhri
close