You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ilustrasi bak kontrol air mancur Patung Kuda
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Korban Tersetrum di Area Patung Kuda Bukan PJLP Pemprov DKI

Pekerja operator air mancur di kawasan Patung Kuda yang diduga tewas tersetrum, dipastikan bukan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Pemprov DKI.

"Korban adalah honorer di salah satu CSR bank," 

Kepastian ini ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung kepada wartawan,Kamis (13/11) di Balai KOta.

Menurut Pramono, korban berinisial M (46) merupakan tenaga honorer yang bekerja melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari salah satu bank.

Pramono Ajak Masyarakat Manfaatkan Rp1 Naik Transportasi Umum

"Jadi yang di Patung Kuda itu bukan PJLP. Itu adalah honorer di salah satu CSR bank," ujar Pramono.

Pramono menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Ia juga memastikan bahwa Pemprov DKI akan tetap memberikan bantuan kepada keluarga korban.

"Kami berduka cita dan kami juga tetap memberikan bantuan untuk itu," pungkasnya.

Sebelumnya, seorang petugas operator kontrol air mancur ditemukan tewas di dalam bak kontrol pompa air Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (12/11).

Korban diduga tersengat listrik saat melakukan pengecekan pompa air. Ia pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya sekitar pukul 08.00. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSCM untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

    access_time02-10-2026 remove_red_eye1850 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

    access_time30-09-2026 remove_red_eye1688 personFolmer
  3. Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

    access_time28-09-2026 remove_red_eye1571 personAnita Karyati
  4. Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

    access_time27-09-2026 remove_red_eye1569 personTiyo Surya Sakti
  5. 4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

    access_time02-10-2026 remove_red_eye1509 personAnita Karyati