You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sudin SDA Kepulauan Seribu menyiagakan puluhan pompa antisipasi rob
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

Ini Langkah Sudin SDA Kepulauan Seribu Atasi Rob

Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kepulauan Seribu terus melakukan mitigasi dan penanganan berkelanjutan terhadap fenomena pasang air laut atau banjir rob yang kerap terjadi di wilayah pesisir.

"Mengerahkan personel dan pompa apung atau alkon untuk mempercepat surutnya air," 

Menurut Kepala Sudin SDA Kepulauan Seribu, Mustajab, pihaknya telah menyiagakan 166 pasukan biru, 20 kendaraan operasional hingga 50 pompa portable pada sejumlah titik rawan di 11 pulau penduduk.

500 Personel Pasukan Biru Disiagakan di Lokasi Rawan Rob

"Sejak kemarin kami telah mengerahkan personel satgas dan pompa apung atau alkon untuk mempercepat surutnya air. Selain itu, pembersihan saluran agar aliran air menuju laut tidak terhambat,” katanya, Jumat (6/12).

Mustajab menjelaskan ketinggian rob di setiap wilayah bervariasi mulai sekitar 20 hingga 25 sentimeter. Guna menangani fenomena ini pihaknya juga terus melakukan penguatan infrastruktur atau pembuatan tanggul di tiap wilayahnya.

"Kami terus memastikan seluruh tanggul hingga pengendalian air berfungsi dengan baik, sehingga masyarakat dapat lebih terlindungi saat terjadi pasang tinggi,” tambahnya.

Ia juga mengimbau warga untuk selalu waspada, mengikuti informasi perkiraan cuaca, dan segera melapor jika menemukan titik yang berpotensi menimbulkan genangan.

Menurut Mustajab, fenomena rob ini akan kembali terjadi saat memasuk libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, maka itu pihaknya terus menyiagakan petugas dan langkah mitigasi di setiap pulau terutama di kawasan wisata yang diprediksi ramai.

"Upaya mitigasi yang telah kami lakukan diharapkan dapat meminimalkan dampak banjir rob, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah Kepulauan Seribu," ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Pulau Panggang, Jamaludin mengungkapkan, di wilayahnya ada tujuh yang terdampak banjir rob. Diduga ini karena belum adanya tanggul penahan di sisi utara pulau.

Karena itu, Ia berharap kawasan tersebut bisa segera mendapatkan penanganan melalui tanggul rob atau tanggul abrasi.

"Kami berharap, pembangunan tanggul di sisi Utara Pulau Panggang bisa segera dilakukan," harapnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye14441 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

    access_time16-10-2026 remove_red_eye3518 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1892 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Pembangunan SPBU di Tiga Pulau Ditarget Segera Terealisasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1125 personAnita Karyati
  5. Taman Jaga Tirta 2 Hijaukan Bantaran Kali Ciragil

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1002 personTiyo Surya Sakti