You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Seorang siswa sedang mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

Dukung Perpanjangan PJJ, Legislator Sebut Keselamatan Harus Jadi Prioritas

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zulazmi menilai, kebijakan perpanjangan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga 1 Februari 2026 sebagai langkah yang tepat di tengah tingginya curah hujan di sejumlah wilayah Jakarta.

"Keselamatan harus menjadi prioritas,"

Menurut Ghozi, kebijakan tersebut juga merupakan respons atas peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kondisi cuaca yang tidak menentu ini dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat secara umum, tetapi juga berdampak langsung terhadap kelancaran proses belajar dan mengajar.

Pemprov DKI-YouTube Kolaborasi Perkuat Sektor Kesehatan hingga Literasi Media

Ia menegaskan, penerapan PJJ bertujuan mengutamakan keselamatan mulai dari murid, guru, hingga tenaga kependidikan. Melalui PJJ, proses pembelajaran diharapkan tetap dapat berjalan lebih fleksibel tanpa mengesampingkan aspek keamanan.

“Mobilitas dari rumah ke sekolah di pagi hari sangat berisiko di tengah hujan deras dan potensi banjir, baik bagi pengguna transportasi umum maupun kendaraan pribadi, termasuk orang tua yang mengantar anaknya. Karena itu, keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar Ghozi, Jumat (30/1).

Selain persoalan mobilitas, Ghozi juga menyoroti kondisi sejumlah sekolah yang terdampak banjir. Meski tidak semua sekolah mengalami genangan, kondisi tersebut tetap berpotensi mengganggu konsentrasi dan efektivitas kegiatan belajar dan mengajar.

Dengan diberlakukannya PJJ, ia berharap, hak murid untuk tetap memperoleh pendidikan dapat terpenuhi meskipun pembelajaran tatap muka belum memungkinkan. Ghozi mengingatkan, meskipun genangan air bisa surut dalam hitungan jam atau hari, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih perlu diantisipasi.

Ia menyampaikan, Jakarta telah memiliki pengalaman dalam pelaksanaan PJJ saat pandemi Covid-19. Pengalaman tersebut, menurutnya, dapat menjadi modal evaluasi agar pelaksanaan PJJ kali ini berjalan lebih efektif dan adaptif.

Meski demikian, Ghozi mengakui pembelajaran jarak jauh memiliki tantangan tersendiri.

“Sebab itu, pemantauan, komunikasi, serta interaksi aktif dari para guru menjadi sangat penting, dengan dukungan penuh dari orang tua di rumah,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5510 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1965 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1939 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1921 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1716 personAnita Karyati