You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Cegah DBD jaksel doc
photo Doc - Beritajakarta.id

Warga Jaksel Diajak Disiplin Jaga Kebersihan untuk Cegah DBD

Untuk mencegah peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) saat musim hujan, Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengajak semua warga dan pemangku kepentingan agar lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan.

"Kerja bakti rutin"

Anwar mengatakan, kasus DBD berpotensi meningkat pada musim hujan akibat curah hujan tinggi yang menimbulkan banyak genangan air. Kondisi tersebut menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk bertelur dan berkembang biak.

Curah Hujan Tinggi, Pramono Minta Jajarannya Pantau Potensi Lonjakan DBD

"Air tergenang paling banyak saya temukan di botol-botol atau barang bekas. Hal ini menyebabkan nyamuk dapat bertelur dan berkembang biak dengan sangat cepat," ujarnya, Selasa (10/2).

Ia menekankan pentingnya penerapan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan terus menggalakkan kerja bakti lingkungan secara rutin dengan menyasar saluran air dan lokasi-lokasi yang berpotensi menyebabkan lingkungan menjadi kumuh.

"Kerja bakti rutin sudah kita lakukan tiga kali dalam sepekan. Masyarakat juga wajib dilibatkan dalam setiap kegiatannya," terangnya.

Terkait peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik), Anwar meminta agar frekuensi kegiatan ditingkatkan selama musim hujan. Kegiatan pemantauan diharapkan dapat dilakukan dua kali dalam sepekan atau lebih.

Menurutnya, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) mandiri juga harus terus dilaksanakan. Meskipun tidak semua masyarakat mampu melakukannya secara mandiri, tim Jumantik tetap harus melakukan sosialisasi dan peninjauan langsung ke rumah-rumah warga guna memastikan tidak terdapat jentik nyamuk.

"Kekhawatiran saya adalah ketika satu rumah sudah bersih, tetapi di lahan kosong atau tanah milik tetangga masih terdapat botol bekas atau barang yang menampung air. Itu menjadi tempat nyamuk berkembang dan akhirnya menggigit warga di sekitarnya," ungkapnya.

Anwar menegaskan, peran, kesadaran, dan kepedulian seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan mencegah penyebaran DBD di Jakarta Selatan.

"Mari kita jaga lingkungan dengan baik. Kantor-kantor pemerintahan juga harus bersih agar tidak menjadi sumber penularan DBD," imbuhnya.

Sebelumnya, Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan mencatat sebanyak 38 kasus DBD pada Januari 2026.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Debi Intan Suri menjelaskan, remaja dan dewasa muda menjadi kelompok usia yang paling rentan terpapar DBD.

"Kasus tertinggi tercatat pada kelompok usia 12-25 tahun, disusul anak usia 5-11 tahun dan kelompok usia produktif 26-45 tahun. Sementara itu, kelompok lanjut usia mencatat jumlah kasus yang relatif lebih rendah," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. PPSU Jelambar Himpun 144 Liter Minyak Jelantah

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1483 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pramono Upayakan Tak Ada Pemberhentian Kerja PPPK

    access_time29-03-2026 remove_red_eye1176 personDessy Suciati
  3. DPP APWI Gelar Halal Bihalal Bersama Widyaiswara

    access_time01-04-2026 remove_red_eye994 personFolmer
  4. Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

    access_time31-03-2026 remove_red_eye979 personDessy Suciati
  5. DKI Dukung Pusat Bangun Hunian Baru untuk Warga Bantaran Rel

    access_time28-03-2026 remove_red_eye854 personDessy Suciati