You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ketahanan pangan pemprov dki
photo Fakhrizal Fakhri - Beritajakarta.id

Jakarta Fokus Kembangkan Urban Farming Tingkatkan Ketahanan Pangan

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar dialog Aksi Bela Negara bertema Meningkatkan Ketahanan Pangan di Grha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/2).

"kontribusi dalam penyediaan pangan,"

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyongsong lima abad Jakarta sebagai kota global.

Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Iwan Indriyanto mengatakan, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Sebab itu, Pemprov DKI terus mendorong berbagai program strategis di sektor pangan.

Rapat Monev Reses Bahas Optimalisasi Pangan Bersubsidi

“Pemprov DKI sangat mendukung Jakarta sebagai kota global yang berketahanan pangan melalui berbagai program, salah satunya pengembangan urban farming,” ujar Iwan.

Ia menjelaskan, keterbatasan lahan di Jakarta mendorong pengembangan pertanian perkotaan berbasis ruang atau space based farming. Meski dilakukan di tengah keterbatasan ruang, program ini tetap diarahkan untuk menghasilkan produksi pangan, khususnya komoditas hortikultura seperti sayuran.

“Selama ini DKI Jakarta masih sangat bergantung pada daerah penyangga. Melalui urban farming, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan pangan, terutama di lingkungan pemukiman,” katanya.

Iwan menambahkan, pengembangan urban farming difokuskan pada skala rumah tangga. Pendekatan ini, menurutnya, terbukti efektif saat pandemi Covid-19, ketika masyarakat mampu memproduksi sayuran secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

“Paling tidak, di tingkat pemukiman warga bisa memproduksi sayuran sendiri untuk dikonsumsi,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai potensi lahan yang tersedia di Jakarta, mulai dari lahan kosong dan lahan terlantar hingga ruang-ruang nonkonvensional seperti atap bangunan (rooftop), RPTRA, sekolah, dan perkantoran.

“Dengan dukungan teknologi serta sarana dan prasarana budi daya, lahan-lahan tersebut sangat potensial untuk dikembangkan. Jika dilakukan secara masif, gerakan ini dapat menghasilkan produksi pangan yang dibutuhkan masyarakat,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye3441 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pemprov DKI Buka Mudik Gratis ke Kepulauan Seribu

    access_time05-03-2026 remove_red_eye2196 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Transjakarta Rute Blok M–Bandara Soetta Bakal Dilayani Metrotrans Low Entry

    access_time05-03-2026 remove_red_eye2155 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Legislator Apresiasi Gang Hijau di Malaka Jaya

    access_time05-03-2026 remove_red_eye1949 personNurito
  5. PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik

    access_time08-03-2026 remove_red_eye1025 personAnita Karyati