You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Seribu wajah kebaya betawi otoy2
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

Ormas Betawi Nilai Satu Tahun Pram-Rano Perhatikan Pelestarian Budaya

Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi dan Bamus Suku Betawi 1982 menilai kinerja satu tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menunjukkan arah positif terhadap pelestarian budaya serta pemberdayaan masyarakat Betawi.

"Ruang bagi masyarakat Betawi"

Ketua Bamus Betawi, Riano P Ahmad mengapresiasi berbagai langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menghadirkan identitas budaya Betawi di lingkungan pemerintahan. 

Bamus Suku Betawi 1982 Tegaskan Dukungan Penuh Terhadap Gubernur DKI

Menurutnya, perhatian terhadap pelestarian budaya kini semakin terlihat dalam berbagai kegiatan resmi di Balai Kota. Contohnya, penggunaan seragam Ujung Serong saat pelantikan pejabat, serta penyajian kuliner khas Betawi seperti bir pletok bagi tamu yang hadir. 

"Hal ini patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberi ruang bagi masyarakat Betawi menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri," ujarnya, Jumat (20/2).

Riano menjelaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) yang mengukuhkan kebudayaan Betawi sebagai budaya utama yang wajib dilestarikan dan diarusutamakan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Pak Pram dan Pak Rano telah menunjukkan keseriusan dalam menjalankan amanah itu," terangnya.

Riano berharap, berbagai program yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan agar budaya Betawi mampu bersaing dan sejajar dengan budaya lain. 

"Pengenalan budaya Betawi kepada generasi Z dan generasi Alpha menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan identitas budaya Jakarta," ungkapnya.

Riano mengapresiasi rencana terobosan Pemprov DKI Jakarta, seperti pembangunan patung pahlawan nasional Mohammad Husni Thamrin dalam skala lebih besar, pembangunan gapura atau penanda masuk Jakarta dengan ornamen khas Betawi, serta kewajiban penggunaan ornamen Betawi di gedung pemerintahan.

"Penguatan kurikulum Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta (PLBJ) di sekolah juga menjadi langkah strategis. Jarang ditemukan pemimpin yang memiliki kepedulian sedalam ini terhadap masyarakat Betawi," ucapnya.

Riano mengimbau seluruh warga Jakarta, khususnya masyarakat Betawi untuk turut mendukung dan mengawal pembangunan yang sedang berjalan.

"Mari bersama-sama memanfaatkan ruang yang telah diberikan pemerintah agar masyarakat Betawi dapat maju sesuai kompetensinya. Kepedulian pemerintah, mulai dari hal kecil hingga besar, sangat layak diapresiasi," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bamus Suku Betawi 1982, Zainuddin atau akrab disapa Haji Oding menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai dalam satu tahun kepemimpinan Pram dan Rano Karno terlihat komitmen kuat dalam mengedepankan budaya Betawi di setiap kegiatan pemerintahan, mulai dari tingkat wilayah hingga provinsi.

"Pagelaran budaya Betawi kini semakin digerakkan dan memberi warna dalam kehidupan Jakarta. Kebijakan yang diambil menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memajukan budaya, memelihara tradisi, serta mengembangkan adat istiadat masyarakat Betawi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

    access_time24-07-2026 remove_red_eye1787 personDessy Suciati
  2. Bus Open Top Tour Jakarta Batavia Resmi Beroperasi

    access_time23-07-2026 remove_red_eye1418 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Syafrin Tinjau Lokbin Pasar Minggu

    access_time27-07-2026 remove_red_eye1349 personTiyo Surya Sakti
  4. SEA V Cup 2026 Resmi Bergulir, Jakarta Jadi Panggung Voli Asia Tenggara

    access_time23-07-2026 remove_red_eye907 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pramono Bela Satpam Tegur Pengemudi Alphard di HI

    access_time24-07-2026 remove_red_eye875 personDessy Suciati