You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pasar kombongan rezap
photo Reza Pratama Putra - Beritajakarta.id

Komisi B Dukung Transformasi Pasar Jadi Pusat Ekonomi dan Budaya

Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto mendukung rencana transformasi 153 pasar di Jakarta agar tidak sekadar menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan budaya, sosial, sekaligus destinasi wisata kelas dunia. Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.

"Pasar jadi wisata kelas dunia perlu didukung,"

“Menurut saya, upaya Gubernur untuk mentransformasi 153 pasar di Jakarta agar tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan budaya, sosial, dan destinasi wisata kelas dunia perlu didukung,” ujar Wahyu, Selasa (24/2).

Ia menegaskan, transformasi pasar bukanlah pekerjaan sederhana. Tanpa dukungan kuat dari berbagai pihak, program tersebut akan sulit terwujud.

Arifin Pimpin Penataan Kawasan Blok F Pasar Tanah Abang

“Strategi yang akan dilakukan meliputi berbagai aspek, mulai dari perbaikan infrastruktur fisik, penghapusan premanisme, percepatan digitalisasi untuk meningkatkan transaksi non-tunai, hingga penyediaan akses transportasi publik yang memadai,” kata Wahyu.

Menurutnya, pembenahan ini tidak hanya menyangkut lingkungan pasar semata, tetapi juga melibatkan banyak pemangku kepentingan, baik dari internal Pemprov DKI maupun pihak eksternal.

“Ini tentu membutuhkan keseriusan dan waktu yang tidak singkat,” ucapnya.

Meski demikian, Wahyu menilai, langkah transformasi pasar tersebut sangat strategis karena akan berdampak langsung pada perekonomian kota dan kesejahteraan masyarakat Jakarta secara luas. Bahkan, keberhasilannya diharapkan mampu mengubah citra Jakarta menjadi kota yang lebih modern dan tertata.

Komisi B, lanjutnya, akan mendukung, mendampingi, sekaligus mengawasi proses transformasi tersebut agar berjalan dan berkelanjutan. Dikatakan Wahyu, implementasi program harus dilakukan melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi secara berkala.

Ia juga menyebutkan, 153 titik pasar tersebar hampir di seluruh wilayah Jakarta. Sebab itu, Pemprov DKI dapat memulai dari beberapa lokasi strategis sebagai proyek percontohan atau quick win.

“Langkah ini penting untuk melihat aspek-aspek apa saja yang diperlukan dalam mewujudkan rencana tersebut, termasuk pola pengorganisasiannya agar seluruh stakeholder yang terlibat terbiasa dan fokus pada tujuan akhir yang sama,” jelasnya.

Wahyu menekankan, transformasi ini tidak cukup hanya mengandalkan Perumda Pasar Jaya. Pengelolaan pasar harus melibatkan berbagai instansi dan pemangku kepentingan terkait. Meski demikian, Perumda Pasar Jaya tetap dituntut meningkatkan tata kelola internal sebagai wujud keseriusan dalam mendukung perubahan besar tersebut.

Ia pun optimistis, jika seluruh pihak menunjukkan komitmen yang kuat, transformasi 153 pasar di Jakarta dapat segera terwujud dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kesungguhan semua pihak pada akhirnya akan melahirkan dukungan yang kuat agar transformasi ini segera terwujud,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

    access_time24-07-2026 remove_red_eye1392 personDessy Suciati
  2. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye1355 personNurito
  3. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye1320 personAnita Karyati
  4. Bus Open Top Tour Jakarta Batavia Resmi Beroperasi

    access_time23-07-2026 remove_red_eye1111 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Kebakaran di Spark Sport Academy Pondok Bambu Berhasil Dipadamkan

    access_time20-07-2026 remove_red_eye1081 personNurito