You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemkot jaksel bbpom tiyo
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Pemkot Jaksel-BBPOM Sepakat Perkuat Pengawasan Pangan

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menggelar audiensi bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta di Ruang Gelatik, Kantor Wali Kota setempat.

"Turun langsung ke lapangan"

Pertemuan tersebut dilakukan guna memastikan pangan olahan yang beredar di masyarakat bebas dari zat berbahaya dalam rangka mewujudkan Kota Pangan Aman.

BBPOM-Sudin PPKUKM Jaksel Gelar Kerling Jakarta

Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengatakan, audiensi ini menjadi langkah penting, terutama pada bulan Ramadan ketika banyak pedagang musiman menjual takjil yang berpotensi mengandung bahan berbahaya, seperti formalin, pewarna tekstil, maupun zat aditif lainnya.

"Dalam waktu dekat, kami bersama BBPOM telah merencanakan untuk turun langsung ke lapangan dengan sasaran utama para penjual takjil," ujarnya, Jumat (27/2).

Anwar menjelaskan, ke depan Pemkot Jakarta Selatan bersama BBPOM di Jakarta akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan pembagian tugas pengawasan berjalan jelas dan efektif.

"Pengawasan juga akan diikuti dengan kegiatan sosialisasi ke sekolah-sekolah serta lokasi lain yang dinilai perlu dilakukan pemantauan secara rutin," terangnya.

Ia menambahkan, pembentukan Satgas tersebut akan melibatkan sejumlah suku dinas terkait, di antaranya Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), Suku Dinas Kesehatan, serta Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP).

"Kami juga melibatkan para pemangku kepentingan setempat, termasuk koordinator lapangan lokasi binaan pedagang kaki lima untuk memastikan kawasan tersebut bebas dari zat berbahaya yang dapat membahayakan masyarakat," ungkapnya.

Ia meminta seluruh pihak untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sejak dini melalui media sosial maupun videotron mengenai ciri-ciri makanan yang mengandung bahan berbahaya.

"Tujuannya agar masyarakat mampu membedakan makanan yang aman dikonsumsi serta mendukung terwujudnya Kota Pangan Aman," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati menyampaikan, pertemuan tersebut menunjukkan komitmen kuat Pemkot Jakarta Selatan dalam menjamin ketersediaan obat dan makanan yang aman serta bermutu bagi masyarakat.

Menurutnya, salah satu pembahasan utama dalam audiensi tersebut adalah persiapan program Kota Pangan Aman yang tengah dikembangkan.

"Kami melihat komitmen Pak Wali agar Jakarta Selatan dapat menjadi wilayah terdepan dalam implementasi program Kota Pangan Aman," bebernya.

Ia menuturkan, program Kota Pangan Aman merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin pangan yang beredar benar-benar aman dikonsumsi masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan menuju Indonesia Emas 2045.

"Masukan yang disampaikan Pak Wali sangat baik dan akan segera kami implementasikan. Respons beliau sangat positif dalam mendorong sinergi organisasi perangkat daerah dan BBPOM guna mewujudkan obat serta makanan yang aman, bermutu, dan berkhasiat di Jakarta Selatan," imbuhnya.

Ia menegaskan, untuk mewujudkan Kota Pangan Aman memerlukan keterlibatan seluruh pihak, baik dari sisi penyedia bahan pangan maupun masyarakat sebagai konsumen yang harus diedukasi agar mampu memilih pangan yang aman.

"Tahun ini akan dibentuk SK Satgas Keamanan Pangan untuk melengkapi satuan tugas yang telah ada sebelumnya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye4623 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Transjakarta Rute Blok M–Bandara Soetta Bakal Dilayani Metrotrans Low Entry

    access_time05-03-2026 remove_red_eye2281 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Pemprov DKI Buka Mudik Gratis ke Kepulauan Seribu

    access_time05-03-2026 remove_red_eye2228 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Legislator Apresiasi Gang Hijau di Malaka Jaya

    access_time05-03-2026 remove_red_eye1966 personNurito
  5. PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik

    access_time08-03-2026 remove_red_eye1051 personAnita Karyati