You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Apar ilustrasi otoy
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

Tambahan APAR hingga Sinkronisasi Data Kependudukan Dibahas dalam Rapat Pra RKPD

Rapat Pra Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 difokuskan untuk menyamakan persepsi antara legislatif dan eksekutif dalam merumuskan program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.

"Mengusulkan agar pemadam mandiri ditambah,"

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Sutikno menyampaikan, forum tersebut bukan membahas realisasi anggaran maupun besaran angka, melainkan menjadi ruang untuk menyatukan visi serta menyerap berbagai masukan dalam penyusunan rencana program tahun 2027.

“Ini bukan bicara angka atau realisasi, tetapi menyamakan persepsi antara eksekutif dan legislatif untuk memberikan masukan terkait rencana pembangunan tahun 2027,” ujar Sutikno, Jumat (6/3).

Pra RKPD Forum Penting Pastikan Aspirasi Warga Masuk dalam Perencanaan

Menurutnya, berbagai usulan yang dibahas dalam forum tersebut merupakan hasil dari proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dimulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota dan provinsi. Selain itu, aspirasi masyarakat yang dihimpun anggota dewan melalui kegiatan reses di daerah pemilihan juga turut dimasukkan dalam pembahasan.

Salah satu usulan yang disoroti adalah penambahan program Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau pemadam kebakaran mandiri di kawasan permukiman padat. Sutikno menilai, program tersebut sangat dibutuhkan, mengingat banyak wilayah yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Ia mengungkapkan, saat ini program pemadam mandiri masih terbatas pada satu titik setiap tahun. Komisi A, lanjutnya, mengusulkan agar jumlah APAR dapat ditambah menjadi empat hingga lima titik setiap tahun, dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

“Di wilayah padat penduduk, kendaraan pemadam sering sulit masuk. Karena itu kami mengusulkan agar pemadam mandiri ditambah menjadi empat sampai lima titik, tentu dengan menyesuaikan kemampuan anggaran,” kata Sutikno.

Selain itu, Rapat Pra RKPD Komisi A juga menyoroti pentingnya penyelarasan data kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) agar penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.

Sutikno menjelaskan, berdasarkan pendataan tahun 2024 melalui Dasawisma (Dawis), ditemukan sejumlah warga yang memiliki KTP DKI Jakarta namun sebenarnya berdomisili di luar daerah.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berpotensi menimbulkan ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran berbagai bantuan, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), bantuan sosial, hingga layanan kesehatan melalui BPJS.

Ia menilai, persoalan tersebut perlu ditelusuri dan diverifikasi lebih lanjut. Komisi A juga mendorong Dinas Dukcapil untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan keakuratan data kependudukan.

“Jangan sampai yang tinggal di luar daerah justru menerima bantuan dari APBD DKI, sementara warga yang benar-benar tinggal di Jakarta malah tidak mendapatkan,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2100 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1086 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye990 personAnita Karyati
  4. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye984 personNurito
  5. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye971 personFakhrizal Fakhri