Kebijakan WFH Jumat Diharapkan Tekan Subsidi BBM
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu berharap, kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat di lingkungan Pemprov DKI dapat menekan subsidi bahan bakar minyak (BBM).
"Tujuan utamanya adalah mengurangi konsumsi BBM,"
Menurut Kevin, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan pemerintah pusat untuk mengurangi konsumsi energi, khususnya dari aktivitas transportasi harian.
Terapkan WFH Tiap Jumat, Pemprov DKI Siapkan Sanksi Bagi Pelanggar“Saya sudah beberapa kali menyampaikan pandangan terkait WFH di hari Jumat ini. Tujuan utamanya adalah mengurangi konsumsi BBM dari aktivitas harian,” ujar Kevin, Senin (6/4).
Ia menilai, kebijakan ini perlu dievaluasi secara berkala guna memastikan efektivitasnya. Pasalnya, kata Kevin, sejumlah pakar menilai penerapan WFH Jumat setiap pekannya belum tentu memberikan dampak signifikan.
“Kami tentu mendukung program pemerintah pusat. Namun, perlu ada evaluasi. Dalam dua bulan ke depan harus dilihat apakah kebijakan ini benar-benar mampu mengurangi subsidi BBM atau tidak,” jelasnya.
Kevin juga kembali mengusulkan agar WFH dipertimbangkan diterapkan pada hari Rabu, bukan Jumat. Hal ini untuk menghindari potensi penyalahgunaan kebijakan sebagai ajang memperpanjang libur akhir pekan.
“Jangan sampai WFH ini disalahgunakan menjadi libur panjang. Dengan infrastruktur yang sudah baik, dua hari libur saja orang sudah bisa ke luar kota, apalagi jika ditambah WFH setiap Jumat,” katanya.
Ia menegaskan, Komisi A akan terus memantau pelaksanaan kebijakan tersebut, termasuk tingkat kehadiran ASN di berbagai instansi.
“Kami akan pantau, termasuk di lingkungan Setwan DPRD DKI, bagaimana angkanya dan dampaknya. Ini masih tahap awal, jadi perlu dilihat perkembangannya,” pungkas Kevin.