You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
PSX 20260420 214750
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Paviliun Raden Saleh Perkuat Ekosistem Seni di TIM

Peresmian Paviliun Raden Saleh ARTOTEL Curated menandai dimulainya operasional fasilitas baru di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

"perjumpaan lintas budaya sejak abad ke-19,"

Momentum ini juga dirangkaikan dengan pembukaan pameran arsip bertema ‘Raden Saleh & Cikini: Genealogi Ruang, Seni, dan Ingatan’ yang mengangkat hubungan sejarah, seni, dan perkembangan kawasan tersebut.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, Iwan Takwin mengatakan, peresmian ini bukan sekadar pembukaan fasilitas, melainkan upaya menghidupkan kembali narasi besar kawasan Cikini yang memiliki akar sejarah dan kekuatan budaya penting bagi Jakarta. Ia menyampaikan, Cikini sebagai ruang dengan identitas intelektual yang telah terbentuk sejak lama.

Wujudkan Jakarta Kota Global, Jakpro Bertransformasi Jadi City Master Developer

“Sosok Raden Saleh tidak hanya dikenal sebagai pelukis besar Indonesia, tetapi juga figur visioner yang merepresentasikan keterbukaan dan kemajuan pemikiran. Keterkaitan historis Raden Saleh dengan Cikini menjadikan kawasan ini sebagai ruang perjumpaan lintas budaya sejak abad ke-19,” ujarnya, Senin (20/4).

Iwan menjelaskan, kawasan TIM selama ini telah menjadi pusat denyut kreativitas, mencakup seni, budaya, hingga ilmu pengetahuan. Karena itu, kehadiran Paviliun Raden Saleh diposisikan lebih dari sekadar fasilitas akomodasi, melainkan sebagai ruang yang menghubungkan sejarah dengan masa depan.

Ia mengatakan, paviliun tersebut dirancang sebagai ruang terintegrasi yang menyediakan layanan hospitality sekaligus pengalaman seni budaya. Fasilitas ini mencakup ruang pertemuan, penginapan, restoran, serta konektivitas langsung dengan ekosistem kreatif di kawasan. Ia berharap pengunjung tidak hanya singgah, tetapi juga merasakan nilai sejarah dan energi kolaboratif yang hidup di Cikini.

“Melalui kolaborasi dengan Artotel Group, Jakpro ingin menghadirkan standar hospitality yang selaras dengan karakter Jakarta sebagai kota global berbudaya. Hospitality tidak hanya berorientasi pada layanan, tetapi juga pada penciptaan ruang yang ramah bagi seniman, nyaman bagi publik, dan terbuka bagi interaksi,” jelasnya.

Chief Operating Officer Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego menyampaikan, Paviliun Raden Saleh dihadirkan sebagai ruang yang merayakan seni, sejarah, dan budaya. Ia menilai pameran arsip yang digelar menjadi bagian penting dalam memperkaya nilai artistik dan historis hotel.

“Sekaligus memperkuat perannya sebagai creative hub di kawasan tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Bambang Prihadi menilai, kehadiran Paviliun Raden Saleh di kawasan TIM menjadi bagian penting dari perjalanan panjang pengembangan ekosistem seni.

Ia melihat kawasan ini memiliki nilai historis yang kuat sejak era Raden Saleh hingga berkembang sebagai pusat kesenian modern. Dinamika yang terjadi selama puluhan tahun justru membentuk karakter TIM sebagai ruang dialog, pertemuan lintas disiplin, dan tempat bertumbuhnya kreativitas.

“Dengan hadirnya fasilitas baru yang terintegrasi dengan aktivitas seni dan budaya, DKJ memandang ini sebagai langkah positif untuk memperkuat keberlanjutan ruang berkesenian,” katanya.

Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah, BUMD, dan pelaku industri kreatif mampu menciptakan keseimbangan antara fungsi seni, pemanfaatan ruang, dan kemandirian pengelolaan.

“Ke depan, TIM diharapkan semakin menjadi pusat seni kreatif yang terbuka, produktif, dan relevan bagi masyarakat luas,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5346 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1860 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1803 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1790 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1591 personAnita Karyati