You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Rano paripurna bilal
photo Bilal Nugraha Ginanjar - Beritajakarta.id

Wagub Beberkan Pentingnya Revisi Regulasi Sistem Kesehatan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno,saat Rapat Paripurna DPRD, Senin (4/5), memaparkan alasan eksekutif mengajukan revisi Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2009 tentang sistem kesehatan daerah.

"Mewujudkan sistem kesehatan daerah yang lebih optimal, kuat, dan terintegrasi,"

"Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2009 telah berlaku lebih dari 15 tahun dan tentu tidak lagi sesuai dengan dinamika perkembangan sektor kesehatan saat ini," ucap Rano.  

Seiring dengan terbitnya Undang Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan beserta peraturan pelaksanaannya, ungkap Rano, terdapat perubahan mendasar dalam tata kelola sistem kesehatan nasional. 

Rano Paparkan Urgensi Regulasi tentang P4GN dan Prekursor Narkotika

Karena itu, dibutuhkan penyesuaian agar tidak terjadi disharmoni regulasi yang dapat berdampak pada ketidakpastian hukum, serta menurunnya efektivitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Jakarta.

Selain aspek regulasi, Rano mengaku revisi ini juga didorong perubahan besar pascapandemi COVID-19 yang menunjukkan bahwa sistem kesehatan harus lebih kuat, adaptif, dan tangguh dalam menghadapi krisis. 

Menurut Rano, pandemi menegaskan pentingnya ketahanan sistem kesehatan, penguatan integrasi data dan pelayanan, serta kesiapsiagaan terhadap wabah dan kedaruratan kesehatan.

Dikatakannya, saat ini Jakarta menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks, antara lain meningkatnya penyakit tidak menular, masih tingginya penyakit menular, kerentanan terhadap wabah dan krisis Kesehatan.

Kemudian, kesenjangan akses dan mutu layanan antarwilayah dan kelompok masyarakat, serta belum optimalnya integrasi sistem layanan, data kesehatan, dan tata kelola secara menyeluruh. 

Pada sisi lain, tantangan kesehatan lingkungan perkotaan seperti polusi udara, kepadatan penduduk, dan perubahan iklim, menurut Rano, juga turut memengaruhi derajat kesehatan masyarakat.

"Karena itu, Jakarta membutuhkan sistem kesehatan daerah yang lebih modern, terintegrasi, responsif dan berkeadilan agar mampu menjawab tantangan masa kini sekaligus mengantisipasi kebutuhan masa depan," tegasnya.

Rano menegaskan bahwa penyusunan Raperda ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta yang berfokus pada penguatan pembangunan sumber daya manusia. 

Melalui raperda ini, ucap Rano, pihaknya berupaya memastikan integrasi antara perencanaan, penganggaran, dan pelayanan kesehatan sehingga penyelenggaraan kesehatan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Dijabarkan Rano, ada beberapa tujuan utama dari diajukannya raperda perubahan ini, seperti meningkatkan perilaku hidup sehat masyarakat, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, sertamengoptimalkan pengelolaan sumber daya kesehatan.

Selanjutnya, untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan secara adil dan merata, memperkuat ketahanan kesehatan dalam menghadapi kejadian luar biasa dan wabah, menjamin keberlanjutan pendanaan Kesehatan, serta memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi masyarakat dan tenaga kesehatan.

"Kami berharap dapat mewujudkan sistem kesehatan daerah yang lebih optimal, kuat, dan terintegrasi bagi masyarakat Jakarta," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Malam Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta Sediakan 21 Kantong Parkir

    access_time25-06-2026 remove_red_eye1171 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

    access_time26-06-2026 remove_red_eye1068 personFolmer
  3. Warga Hingga Wisatawan Antusias Ikuti Lomba Mancing dan Tidung Beach Run

    access_time27-06-2026 remove_red_eye967 personAnita Karyati
  4. 84 Kendaraan Ikut Uji Emisi di Kantor Wali Kota Jakbar

    access_time25-06-2026 remove_red_eye913 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Menuju 5 Abad Jakarta, Pramono-Rano Paparkan Capaian Pembangunan Infrastruktur

    access_time27-06-2026 remove_red_eye805 personDessy Suciati