Tembok Roboh di SDN Tebet Barat 08 Cepat Ditangani
Petugas gabungan bergerak cepat menangani tembok roboh di area SDN Tebet Barat 08, Jalan Tebet Barat X, Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
"Menutup saluran air"
Kepala SDN Tebet Barat 08, Daryono mengatakan, tembok yang berdiri di atas turap tersebut roboh pada Senin (4/5) sekitar pukul 22.00 WIB. Peristiwa ini diduga akibat hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan debit air di saluran meningkat, sehingga struktur tembok tidak mampu menahan tekanan.
Petugas Gabungan Evakuasi Tembok Roboh di Pekojan"Berdasarkan informasi dari penjaga sekolah dan guru di sekitar lokasi, tembok yang roboh menutup saluran air dan berdampak pada beberapa bangunan sekolah, terutama kantin," ujarnya, Selasa (5/5)
Daryono menjelaskan, tembok yang roboh memiliki panjang sekitar 42 meter dengan tinggi kurang lebih lima meter. Hingga saat ini, penanganan masih dilakukan oleh petugas gabungan dari unsur petugas PPSU, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut), serta Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA).
Selama proses penanganan, pihak sekolah memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik untuk menjaga keselamatan.
"Untuk sementara kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, tetapi dilakukan secara daring demi keamanan para murid," terangnya.
Menurutnya, kebijakan PJJ merupakan tindak lanjut arahan pimpinan agar area terdampak terlebih dahulu dirapikan dan dipastikan aman sebelum mereka kembali ke sekolah.
Ia menambahkan, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Suku Dinas SDA terkait rencana perbaikan turap yang akan dilanjutkan dengan pembangunan kembali tembok.
"Perbaikan sebenarnya sudah direncanakan sebelumnya bersama SDA. Namun, kejadian ini terjadi lebih dulu. Kami pastikan perbaikan segera dilakukan agar memberikan rasa aman bagi warga dan lingkungan sekolah," imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Tebet Barat, Andi Nurcahya menuturkan, sekitar 40 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan awal.
Upaya yang dilakukan saat ini meliputi pengangkatan puing dari saluran air serta penebangan pohon yang menempel pada tembok untuk mencegah potensi roboh susulan.
"Puing dikumpulkan dalam karung. Selanjutnya, pihak SDA akan menurunkan alat berat dan truk untuk mempercepat proses pembersihan," tandasnya.