You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
500 Peserta Ikuti Advokasi Program Wajib Belajar 13 Tahun
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Program Wajib Belajar 13 Tahun Disosialisasikan di Jaksel

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menyelenggarakan sosialisasi dan advokasi dukungan Program Wajib Belajar 13 Tahun. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Ruang Antasari, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan ini diikuti sebanyak 500 peserta.

"Layanan pendidikan anak usia dini"

Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengatakan, program wajib belajar 13 tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah bagi anak usia 5-6 tahun sejalan dengan Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2024 tentang Wajib Belajar 13 Tahun dan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di DKI Jakarta.

Pemkot Jakut Berkomitmen Sukseskan Program Wajib Belajar 13 Tahun

Menurutnya, fase usia dini merupakan periode emas atau golden age yang sangat menentukan perkembangan anak pada tahap selanjutnya.

"Dalam fase ini anak akan memperoleh stimulasi yang dapat mengoptimalkan kemampuan dasar mereka melalui layanan pendidikan anak usia dini," ujarnya, Selasa (12/5).

Anwar menjelaskan, PAUD berkualitas merupakan investasi strategis jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan global.

Kebijakan wajib belajar satu tahun prasekolah perlu mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan karena PAUD memiliki peran penting dalam membentuk kesiapan belajar dan karakter anak sejak dini.

"Kami mengapresiasi inisiasi program ini dan akan memastikan setiap anak di Jakarta Selatan mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan di semua jenjang," terangnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Jakarta Selatan, Diah Anwar menambahkan, kegiatan tersebut diikuti unsur Bunda PAUD, IGRA, dan pengelola RPTRA se-Jakarta Selatan secara hybrid.

Diah memaparkan, kebijakan wajib belajar satu tahun prasekolah sangat penting bagi tumbuh kembang anak karena pada masa usia dini anak membutuhkan stimulasi optimal melalui layanan pendidikan anak usia dini.

"Fase usia dini yang mencakup usia 0 hingga 6 tahun dikenal sebagai golden age atau periode emas yang menentukan perkembangan seseorang pada fase-fase selanjutnya," ucapnya.

Ia menyampaikan, kontribusi PAUD tidak hanya terbatas pada aspek kognitif, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, sosial, serta budaya.

PAUD juga berperan dalam menanamkan nilai moral dan etika, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, nasional, hingga global. 

Anak-anak yang mendapatkan pendidikan berbasis budaya sejak dini akan lebih mampu memahami keberagaman dan memiliki identitas yang kuat dalam masyarakat.

"PAUD berkualitas menjadi investasi strategis jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia unggul di masa depan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

    access_time17-06-2026 remove_red_eye6929 personNurito
  2. TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

    access_time16-06-2026 remove_red_eye2214 personTiyo Surya Sakti
  3. Pramono-PM Singapura Bahas Peluang Investasi TOD dan MRT Jakarta

    access_time16-06-2026 remove_red_eye808 personDessy Suciati
  4. Beri Penghormatan Tokoh Betawi, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib di Monas

    access_time19-06-2026 remove_red_eye709 personDessy Suciati
  5. Dinas PPKUKM DKI Latih Pengurus dan Pengawas Koperasi Kelurahan Merah Putih

    access_time17-06-2026 remove_red_eye706 personAldi Geri Lumban Tobing