Sosialisasi Pemilahan Sampah Digencarkan di Jaksel
Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan melakukan sosialisasi pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber sesuai Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
"Membangun budaya pilah sampah"
Sosialisasi yang berlangsung di aula Kantor Suku Dinas LH Jakarta Selatan, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran ini diikuti 50 peserta yang terdiri dari perwakilan camat, lurah, dan ketua RW se-Jakarta Selatan.
Gerakan Pilah Sampah Disosialisasikan di Pulau TidungKepala Seksi Peran Serta Masyarakat (PSM) Suku Dinas LH Jakarta Selatan, Hendrik Mindo Sihombing mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah memperkuat peran wilayah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
"Kami menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun budaya pilah sampah sejak dari rumah tangga," ujarnya, Selasa (12/5).
Hendrik menjelaskan, pemilahan sampah dari sumber menjadi langkah penting untuk mengurangi timbulan sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang sekaligus meningkatkan nilai guna sampah melalui pengolahan yang tepat.
Menurutnya, masyarakat perlu mulai menerapkan berbagai metode pengolahan sampah organik dan anorganik secara sederhana, efektif, dan berkelanjutan di lingkungan masing-masing.
"Kami sebagai pihak pemerintah tentunya akan menyediakan infrastruktur pengelolaan sampah terpilah, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, serta mengawasi pelaksanaannya. Kami juga berencana memberikan insentif bagi RT/RW yang berhasil mengelola sampah," terangnya.
Ia berharap, masyarakat semakin terbiasa memilah dan mengelola sampah langsung dari sumbernya sehingga dapat tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
"Mudah-mudahan upaya ini berjalan lancar dan efektif sehingga pada 1 Agustus nanti, ketika sampah selain residu tidak lagi dapat masuk ke TPST Bantar Gebang, kita sudah siap menghadapi kebijakan tersebut," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Subkelompok Pemberdayaan Masyarakat Dinas LH DKI Jakarta, Susi Andriani menuturkan, masyarakat perlu mulai membuat micro tempat pengolahan sampah dari rumah masing-masing dengan melakukan pemilahan sejak dari meja makan.
"Kalau dari rumah sudah bisa memilah dengan baik, tentu pengurangan sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang akan jauh berkurang. Apalagi saat ini program biopori jumbo dan teba modern sedang digalakkan," tandasnya.