You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kader Paliatif jaksel tiyo
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Pemkot Jaksel Berikan Apresiasi Kader Paliatif

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan memberikan apresiasi Kader Paliatif tahun 2026. Apresiasi ini diberikan langsung Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar di Ruang Gelatik I, kantornya.

"Kader Paliatif yang bekerja secara sosial dan ikhlas untuk membantu,"

Anwar mengatakan, kehadiran Kader Paliatif bukan hanya membantu pelayanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan semangat kemanusiaan, empati dan kasih sayang di tengah masyarakat.

Pendampingan yang dilakukan para kader menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara tentang pengobatan, tetapi juga tentang perhatian, dukungan moral dan kualitas hidup pasien serta keluarganya.

Bapemperda Matangkan Raperda Sistem Kesehatan Daerah

"Kader Paliatif yang bekerja secara sosial dan ikhlas untuk membantu warga kami yang menderita kanker stadium empat. Mereka menjalankan tugas tersebut dengan hati dan rasa tulus tanpa menerima insentif apa pun," ujarnya, Rabu (20/5).

Anwar menjelaskan, untuk memberikan motivasi kepada Kader Paliatif, pihaknya memberikan apresiasi bantuan berupa uang tunai, sembako dan pakaian batik serta akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) bagi mereka dalam menjalankan tugas.

"Kami juga akan memberikan tunjangan Rp200.000 setiap bulan untuk penggantian biaya pulsa mereka," bebernya.

Ia berharap, semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang telah dibangun ini dapat terus diperkuat. Sinergisitas antara pemerintah, fasilitas kesehatan, kader dan masyarakat menjadi kunci penting mewujudkan pelayanan kesehatan yang humanis, inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Kepada seluruh Kader Paliatif di Jakarta Selatan, tetaplah menjadi garda terdepan dalam menghadirkan harapan dan ketenangan bagi masyarakat. Pengabdian bapak dan ibu sekalian merupakan amal mulia yang memberikan manfaat besar bagi sesama," ucapnya.

Salah satu Kader Paliatif Kecamatan Mampang Prapatan, Mariam mengungkapkan, motivasi awal menjadi Kader Paliatif saat dirinya didiagnosis menderita kanker serviks. Saat itu, ia merasa sangat terpuruk selama dua bulan dan hanya berdiam diri di rumah. 

"Dahulu, dalam pemikiran saya yang masih awam, penderita kanker sudah pasti akan meninggal. Namun, setelah saya mengikuti pelatihan Paliatif dan mendapatkan banyak ilmu di sana, saya berjanji untuk terus melayani selama tenaga saya masih ada," katanya.

Mariam mengaku, selama 11 tahun menjadi Kader Paliatif menghadapi tantangan cukup banyak. Salah satunya akendala ambulans, karena ketersediaan dari provinsi terbatas, sementara kasus yang harus ditangani sangat banyak. 

Selain itu, terkadang ada rumah sakit yang menolak pasien karena tidak adanya jadwal kontrol, sehingga pasien harus dibawa pulang kembali. Masalah administrasi BPJS juga menjadi tantangan, terutama bagi warga yang tinggal di sini tetapi memiliki KTP luar daerah.

"Insya Allah, saya akan menjadi jauh lebih bersemangat. Adanya apresiasi ini tentu akan semakin menambah motivasi saya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 1.525 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Teken Perpanjangan Kontrak Kerja

    access_time01-07-2026 remove_red_eye2269 personAnita Karyati
  2. Pengecoran Tanggul Dermaga Pulau Untung Jawa Capai 57 Persen

    access_time29-06-2026 remove_red_eye1030 personAnita Karyati
  3. Bank Jakarta dan BEI Dorong Pertumbuhan Berkualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

    access_time01-07-2026 remove_red_eye898 personFakhrizal Fakhri
  4. Rano Kampanyekan Pilah Sampah Saat Karnaval Jakarta Penuh Warna

    access_time28-06-2026 remove_red_eye856 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Bantaran Anak Kali Ciliwung di Pinangsia Ditanami Pohon

    access_time03-07-2026 remove_red_eye802 personBudhi Firmansyah Surapati