You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
25 Ribu Rumah Tangga di Jakut Sudah Aktif Pilah Sampah
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

25 Ribu Rumah Tangga di Jakut Sudah Aktif Pilah Sampah

Gerakan pemilahan sampah dari sumber terus menunjukkan perkembangan positif di Jakarta Utara. Hingga saat ini, sebanyak 25.000 rumah tangga tercatat sudah aktif memilah sampah secara mandiri sebagai upaya mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

"Pengurangan sampah terbaik"

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara, Edy Mulyanto mengatakan, keberhasilan tersebut didukung oleh implementasi program pemilahan sampah yang telah berjalan di 460 Rukun Warga (RW). Untuk mendukung program tersebut, pihaknya mendistribusikan sebanyak 1.380 unit tong drop point khusus sampah organik.

44 Lurah di Jakpus Diminta Masifkan Gerakan Pemilahan Sampah

"Setiap RW percontohan mendapatkan alokasi tiga unit sarana drop point untuk sampah organik yang dapat dimanfaatkan langsung oleh warga," ujarnya, Rabu (10/6).

Edy menjelaskan, partisipasi aktif puluhan ribu rumah tangga tersebut mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Selain sampah organik, pengelolaan sampah anorganik juga terus dioptimalkan melalui Bank Sampah Unit (BSU) yang telah tersedia di setiap RW. 

"Salah satu contoh keberhasilan dapat dilihat di Kelurahan Rorotan yang telah mencapai tingkat partisipasi warga sebesar 100 persen dalam melakukan pemilahan sampah dari rumah," terangnya.

Menurutnya, upaya tersebut juga berdampak pada penurunan volume sampah yang dihasilkan. Rata-rata setiap kelurahan mampu mengurangi timbulan sampah sebanyak enam hingga tujuh ton per hari.

"Capaian ini menempatkan Jakarta Utara sebagai wilayah dengan kinerja pengurangan sampah terbaik di Provinsi DKI Jakarta," ungkapnya.

Edy menuturkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga kelompok Dasa Wisma yang secara aktif melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat melalui pendekatan dari rumah ke rumah.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pengurangan sampah residu yang dikirim ke TPST Bantargebang hingga 50 persen pada 1 Agustus mendatang.

"Penguatan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga, dukungan infrastruktur pengolahan sampah juga terus ditingkatkan melalui fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan," ucapnya.

Ia memaparkan, dengan kapasitas pengolahan mencapai 2.500 ton sampah per hari, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menyerap seluruh produksi sampah harian Jakarta Utara yang saat ini berkisar 1.400 ton per hari.

"Meskipun perubahan perilaku masyarakat membutuhkan proses dan waktu, kami optimistis target pengurangan sampah di Jakarta Utara dapat tercapai sesuai dengan peta jalan yang sudah ditetapkan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Padat Karya

    access_time05-06-2026 remove_red_eye2125 personDessy Suciati
  2. Parkir Liar di Jaktim Ditindak

    access_time08-06-2026 remove_red_eye1909 personNurito
  3. Pramono Minta Sampah di Muara Angke Rutin Dibersihkan

    access_time07-06-2026 remove_red_eye1613 personDessy Suciati
  4. PMI Jaksel Ikut Bantu Penyintas Kebakaran di Kebon Kosong

    access_time04-06-2026 remove_red_eye1466 personTiyo Surya Sakti
  5. Program Padat Karya Perluas Kesempatan Kerja Warga Jakarta

    access_time10-06-2026 remove_red_eye986 personFakhrizal Fakhri