Dinkes Terus Perkuat Upaya Penanganan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengadakan Workshop Petunjuk Teknis, Integrasi dan Kebijakan Nasional terkait penanganan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) Tingkat Provinsi, Rabu (10/6).
Guna mencapai target eliminasi ATM 2030 di DKI Jakarta
Kegiatan digelar selama dua hari, 10 hingga 11 Juni dan diikuti 24 peserta perwakilan dari rumah sakit daerah seluruh Jakarta.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni mengatakan, kasus Tuberkulosis (TBC) di Jakarta hingga saat ini tercatat ada 66.072 kasus, temuan HIV hingga 2024 sebanyak 37.581 kasus; positif malaria pada tahun 2024 ada 358 kasus.
KPAP dan Pemprov DKI Komitmen Kuatkan Solidaritas Bantu ODHIV"Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian ATM masih terus diperkuat secara sistematis dan berkelanjutan," ujar Sri Puji Wahyuni, Rabu (10/6).
Ia mengungkapkan, Provinsi DKI Jakarta menargetkan eliminasi ATM pada 2030, sehingga perlu dilakukan intervensi yang terencana, terintegrasi, dan berbasis bukti
"Penanganan dan penyelesaian kasus ATM membutuhkan komitmen kuat serta peran aktif pemerintah mulai dari tingkat pusat hingga daerah," ungkapnya.
Program pencegahan dan pengendalian ATM, lanjut Sri, akan berjalan lebih efektif jika didukung kebijakan secara konsisten, penguatan tata kelola serta pola kerja yang integratif dan kolaboratif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.
Menurut Sri, kegiatan workshop ini untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pemangku kepentingan di tingkat provinsi dalam mengimplementasikan integrasi program dan penganggaran ATM secara komprehensif.
"Selaras kebijakan nasional, memperkuat koordinasi lintas sektor serta mendukung terwujudnya sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan guna mencapai target eliminasi ATM 2030 di Provinsi DKI Jakarta," tandasnya.