Tinjau Pengelolaan Sampah di Joglo, Pramono Apresiasi Konsistensi Masyarakat
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengapresiasi warga RW 07 Kelurahan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, yang telah konsisten membangun sistem pengelolaan sampah. Ia menyebut, upaya masyarakat ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memilah dan mengolah sampah langsung dari sumbernya.
"berjalan dengan baik,"
Hal ini disampaikan Pramono usai meninjau lokasi RW percontohan pilah dan olah sampah di RW 07 Kelurahan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (11/6).
"Warga RW 07 yang sudah melakukan aktivitas kegiatan pemilahan sampah dan praktik di lapangannya yang saya lihat sudah berjalan dengan baik," ujar Pramono.
Penghentian Open Dumping Momentum Benahi Tata Kelola SampahDalam kegiatan ini, Pramono sekaligus meninjau siklus maggot. Maggot merupakan larva lalat yang mengonsumsi sampah organik dan mengubah limbah sisa makanan menjadi pupuk organik.
Pemprov DKI Jakarta serius untuk menangani masalah sampah di Jakarta, salah satunya dengan mengembangkan fasilitas pengolahan di kawasan Ciangir, Tangerang, Banten seluas 40 hektare.
"Itulah yang kemudian mudah-mudahan akan bisa dalam penanganan sampah di Jakarta menjadi lebih baik," kata dia.
Sekadar diketahui, RW 07 Joglo telah memiliki ekosistem pengelolaan sampah yang lengkap, mulai dari Bank Sampah Siwali, rumah kompos, rumah eco enzyme, rumah maggot, hingga kebun sayur.
Sistem pengelolaan sampah terpilah ini diterapkan RW 07 Joglo sejak Juni 2026. Sampah organik diangkut setiap hari, residu dua kali seminggu, sampah anorganik satu kali seminggu, dan minyak jelantah satu kali setiap bulan.