BPOM Edukasi Keamanan Pangan dan Kantin Sehat di SDN Lenteng Agung 11
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SDN Lenteng Agung 11, Jagakarsa, Jakarta Selatan dengan memberikan edukasi bertajuk "Edukasi Kantin Sehat dan Makanan Sehat".
"Memastikan jajanan yang beredar aman konsumsi"
Kepala Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) BPOM RI, Mimin Jiwo Winanti mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai keamanan pangan di lingkungan sekolah.
Pemkot Jakpus-BBPOM Gelar Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT"Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan dan pengawasan keamanan pangan kantin sekolah untuk memastikan jajanan yang beredar aman konsumsi, bermutu, dan bergizi bagi peserta didik," ujarnya, Jumat (12/6).
Mimin menjelaskan, rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi lima kunci keamanan pangan, pemeriksaan pangan menggunakan rapid test kit, serta edukasi kepada komunitas sekolah yang terdiri atas siswa, guru, dan pengelola kantin.
Dalam kegiatan tersebut, BPOM juga melakukan pengujian langsung terhadap sampel produk pangan yang dijual di kantin sekolah. Hasilnya, sebanyak 14 sampel pangan dinyatakan aman dan bebas dari zat berbahaya.
"Hasil pengujian menunjukkan tidak ditemukan kandungan Formalin, Boraks, Rhodamin B, maupun Metanil Yellow pada produk pangan yang dijual di kantin sekolah," terangnya.
Menurutnya, BPOM juga menyosialisasikan penggunaan aplikasi BPOM Mobile. Aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memeriksa legalitas produk melalui pemindaian kode 2D, memperoleh informasi terbaru dari BPOM, mengecek barcode BPOM RI, serta menyampaikan pengaduan terkait produk yang beredar.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap produk pangan dengan menerapkan prinsip Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa (KLIK) sebelum membeli atau mengonsumsi suatu produk," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SDN Lenteng Agung 11, Sunarti menuturkan, kebiasaan jajan merupakan hal yang umum dilakukan anak-anak, baik di kantin sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Namun, menurutnya, penting bagi peserta didik untuk memahami keamanan dan kandungan gizi makanan yang dikonsumsi.
"Anak-anak perlu dibiasakan untuk mengetahui apakah makanan yang mereka konsumsi sehat, aman dari zat berbahaya maupun bahan pengawet, serta memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang. Berdasarkan pengamatan saat jam istirahat, masih banyak murid yang memilih makanan dengan kandungan gizi yang kurang seimbang," ucapnya.
Sunarti mengajak seluruh komunitas sekolah untuk terus menambah wawasan mengenai pentingnya kantin sehat dan keamanan pangan melalui berbagai kegiatan edukasi dan pengujian sampel makanan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BPOM atas kehadirannya di sekolah kami. Semoga materi yang disampaikan dapat memberikan manfaat serta menambah pemahaman warga sekolah mengenai keamanan pangan," tandasnya.