You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pelajar SLBN 8 pencegahan kekerasan anita
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

Bunda PAUD Jakut Motivasi Penguatan Perlindungan Anak di SLBN 8

Bunda PAUD Jakarta Utara, Fida Hendra bersama Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) setempat melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 8 Jakarta, Jalan Nagrak, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing.

"Merasakan lingkungan yang aman serta nyaman"

Fida mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus yang dinilai memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap berbagai bentuk kekerasan.

Bunda PAUD Jaksel Road Show Peringati Hari Kartini

"Setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan merasakan lingkungan yang aman serta nyaman," ujarnya, Jumat (12/6).

Fida menjelaskan, anak berkebutuhan khusus memerlukan perhatian dan perlindungan ekstra karena keterbatasan komunikasi yang dimiliki dapat membuat mereka lebih rentan menjadi korban kekerasan fisik, psikis, maupun seksual.

"SLB bukan sekadar tempat belajar, tetapi harus menjadi rumah kedua yang aman bagi anak-anak. Saya titipkan anak-anak kita kepada para pendidik. Pahami bahasa tubuh mereka dan jadilah tempat bersandar yang paling dipercaya," terangnya.

Menurutnya, terdapat tiga langkah strategis yang perlu diterapkan untuk membangun sistem pencegahan kekerasan yang efektif di lingkungan sekolah. 

Pertama, memperkuat pengawasan di seluruh area sekolah. Kedua, memberikan edukasi mengenai batasan tubuh kepada peserta didik dengan metode yang mudah dipahami. Ketiga, membentuk tim penanganan yang responsif dan berpihak kepada korban.

"Mencegah kekerasan pada anak berkebutuhan khusus membutuhkan formula khusus, yaitu melihat dengan hati, mendengar dengan empati, dan bertindak dengan kepedulian," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Utara, Agung Meidya Gutama menambahkan, sosialisasi tersebut merupakan langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman mengenai perlindungan anak di lingkungan pendidikan.

"Kami ingin memastikan anak-anak di SLBN 8 mendapatkan perlindungan yang setara dan merasa aman selama berada di lingkungan sekolah. Guru, orang tua, dan seluruh elemen terkait harus menjadi garda terdepan dalam melindungi mereka," bebernya.

Ia menyampaikan, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Kepala Biro Psikologi SSDM Polri, Yohannes Ragil H.S yang menyampaikan materi mengenai perspektif hukum dan psikologi kepolisian dalam perlindungan anak. Kemudian, psikolog Hanifa Asra Silmi turut memberikan edukasi tentang penguatan kesehatan mental anak.

Sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan kesepakatan bersama untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA) di SLBN 8 Jakarta.

"Penandatanganan ini menjadi bukti nyata komitmen seluruh pihak dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan," tandasnya.

Untuk diketahui, pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyematan selempang Duta Generasi Berencana (GenRe) Inklusif Jakarta Utara kepada dua siswa SLBN 8, yakni Sandi dan Salwa. 

Keduanya diharapkan dapat menjadi pelopor sekaligus inspirasi bagi pelajar lainnya dalam menyuarakan hak-hak anak serta pentingnya perlindungan remaja.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Parkir Liar di Jaktim Ditindak

    access_time08-06-2026 remove_red_eye2677 personNurito
  2. Pramono Minta Sampah di Muara Angke Rutin Dibersihkan

    access_time07-06-2026 remove_red_eye1761 personDessy Suciati
  3. Program Padat Karya Perluas Kesempatan Kerja Warga Jakarta

    access_time10-06-2026 remove_red_eye1354 personFakhrizal Fakhri
  4. Syafrin Minta ASN Pemkot Jaksel Terapkan Budaya Kerja 3K

    access_time08-06-2026 remove_red_eye1232 personTiyo Surya Sakti
  5. 20 Motor Dikenakan Sanksi Cabut Pentil di Menteng

    access_time10-06-2026 remove_red_eye1030 personFolmer