400 Peserta Ramaikan Lomba Pekan Olahraga Tradisional di GOR Ciracas
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta bersama Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) dan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) menyelenggarakan Lomba Pekan Olahraga Tradisional di GOR Ciracas, Jakarta Timur.
"melestarikan budaya bangsa,"
Lomba yang diikuti 400 peserta mulai dari usia dini sampai anak usia sekolah SMA/SMK ini mempertandingkan sembilan nomor, yakni lomba terompah panjang putra/putri, terompah pendek putra/putri, hadang, egrang putra/putri, lari balok dan sumpitan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, Pekan Olahraga Tradisional tingkat DKI Jakarta tahun 2026 membuktikan bahwa Jakarta, walaupun Jakarta kota global bertaraf internasional, namun tidak melupakan tradisi.
Dispora Luncurkan Ajang Kreativitas Pemuda Jakarta 2026“Sebab Jakarta tetap melestarikan olahraga-olahraga berbasis tradisional. Ini merupakan sebuah upaya melestarikan budaya bangsa, khususnya di DKI Jakarta,” ujarnya, Jumat (26/6).
Ia menyampaikan, lomba ini sekaligus sebagai ajang seleksi awal bagi DKI Jakarta. Peserta terbaik dari cabang olahraga yang dipertandingkan akan mewakili DKI Jakarta bertanding di Festival Olahraga Nasional di Palu, Sulawesi Tengah.
"Saya berharap semua peserta yang ikut kegiatan ini main dengan semangat, persaudaraan, dan kompak," ucapnya.
Andri menjelaskan, pihaknya bersama Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) dan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), akan melakukan pembinaan kepada atlet-atlet terbaik di Pekan Olahraga Tradisional 2026 ini. Sehingga diharapkan mereka bisa berkontribusi meraih medali emas di Festival Olahraga Nasional.
“Harapannya ke depan masyarakat semua mencintai olahraga tradisional. Stakeholder, swasta, dan semua komponen di negeri ini mendukung dan ikut serta melestarikan olahraga tradisional, baik dari sisi materi maupun yang lain,” katanya.
Sementara itu, Ketua PORTINA DKI Jakarta, Ikhsan Hasani menambahkan, pihaknya sangat bersyukur karena para relawan organisasi olahraga tradisional didukung penuh Pemprov DKI Jakarta, terutama Dinas Pemuda dan Olahraga.
"Support-nya nggak cuma ke olahraga prestasi, tapi juga melestarikan olahraga tradisional. Dampaknya bagus banget buat siswa dan pelajar, biar mereka nggak ninggalin budaya Indonesia," tandasnya.