You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dinas lh mitigasi bencana bantargebang gery ist
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Hadapi Musim Kemarau, Mitigasi Kebakaran TPST Bantargebang Diperkuat

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup terus memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan di TPST Bantargebang dalam menghadapi musim kemarau.

"Musim kemarau membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi,"

Cuaca panas dan kering menjadi perhatian serius karena dapat meningkatkan potensi titik api di kawasan pengolahan sampah, sehingga langkah pencegahan, pengawasan, dan penanganan darurat diperkuat secara berlapis.

Inovasi Kelurahan Gunung Kurangi Sampah Dibuang ke TPST Bantar Gebang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin mengatakan, pihaknya mengambil langkah antisipatif sejak dini untuk memastikan operasional TPST Bantargebang tetap aman, terkendali, dan tidak mengganggu pelayanan pengelolaan sampah bagi masyarakat.

“Musim kemarau membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi, terutama di kawasan landfill. Karena itu, kami memperkuat langkah antisipasi sejak dini, mulai dari pencegahan titik api, kesiapsiagaan petugas dan peralatan, hingga koordinasi lintas instansi agar setiap potensi risiko dapat dicegah dan ditangani secara cepat,” ungkapnya, Selasa (7/7).

Ia menyampaikan, Unit Pengelola Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) penanggulangan bencana kebakaran, longsor, dan banjir di kawasan TPST Bantargebang.

SOP tersebut menjadi acuan bagi petugas dalam melaksanakan pencegahan, kesiapsiagaan, serta penanganan apabila terjadi kondisi darurat.

Selain itu, UPST juga telah melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran TPST Bantargebang pada Jumat, 19 Juni 2026, sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan.

“Apel tersebut menjadi momentum konsolidasi petugas sekaligus pengecekan kesiapan sarana dan prasarana di lapangan,” ujarnya.

Dudi menjelaskan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga melakukan sejumlah langkah pencegahan langsung di lapangan, antara lain perapihan atau stripping pada lahan yang telah mengering, pembersihan tanaman dan vegetasi kering di area zona penimbunan, serta patroli rutin di kawasan landfill.

Ia mengatakan, pengawasan dilakukan secara langsung maupun menggunakan drone untuk membantu pemetaan area rawan dan deteksi dini potensi titik api.

Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas di kawasan TPST Bantargebang juga diperketat. UPST melarang seluruh bentuk pembakaran sampah di area TPA dan sekitarnya, memperkuat sosialisasi kepada petugas serta masyarakat sekitar, memasang spanduk larangan merokok, menerapkan larangan merokok bagi pemulung, pengemudi, dan petugas, serta membatasi akses masuk bagi pihak luar yang tidak berkepentingan.

“Kami ingin memastikan setiap potensi risiko dikendalikan dari sumbernya. Karena itu, tidak boleh ada pembakaran sampah, aktivitas merokok di area rawan diperketat, dan akses pihak luar yang tidak berkepentingan dibatasi. Keselamatan petugas, masyarakat sekitar, dan keberlanjutan layanan menjadi prioritas kami,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

    access_time24-07-2026 remove_red_eye1793 personDessy Suciati
  2. Bus Open Top Tour Jakarta Batavia Resmi Beroperasi

    access_time23-07-2026 remove_red_eye1422 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Syafrin Tinjau Lokbin Pasar Minggu

    access_time27-07-2026 remove_red_eye1362 personTiyo Surya Sakti
  4. SEA V Cup 2026 Resmi Bergulir, Jakarta Jadi Panggung Voli Asia Tenggara

    access_time23-07-2026 remove_red_eye912 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pramono Bela Satpam Tegur Pengemudi Alphard di HI

    access_time24-07-2026 remove_red_eye880 personDessy Suciati