Resmikan Labschool Ciracas, Pram Komitmen Perluas Akses Pendidikan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan Labschool Ciracas di Jalan Haji Baping, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (16/7).
"Saya mengetahui kualitas Labschool,"
Ia mengaku tidak meragukan kualitas pendidikan di Labschool lantaran kedua anaknya pernah menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
"Saya mengetahui bagaimana kualitas Labschool ini karena dua anak saya sekolah di Labschool. Alhamdulillah, keduanya kini sudah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang S2," ujarnya.
Disdik Komitmen Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman, dan MenyenangkanPram, sapaan akrabnya berharap, kehadiran Labschool Ciracas dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mencetak generasi muda yang berdaya saing, serta mendorong Jakarta menjadi kota yang semakin maju dan inklusif.
Ia juga mengapresiasi pembangunan Labschool Ciracas yang memiliki fasilitas dan kualitas pendidikan yang sangat baik. Menurutnya, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas Pemprov DKI Jakarta melalui berbagai program, mulai dari perluasan Program Sekolah Swasta Gratis (SSG), bantuan pendidikan, hingga beasiswa.
Saat ini, Program SSG telah mencakup 103 sekolah di Jakarta. Sementara itu, penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) dari jenjang SD hingga SMA mencapai 707.477 siswa, sedangkan penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) berjumlah 15.825 mahasiswa.
"Maka dengan demikian Jakarta sekarang ini termasuk yang memberikan beasiswa terbanyak di Republik ini," ungkapnya.
Pramono menambahkan, Dinas Pendidikan (Disdik) bersama Baznas Bazis juga terus menjalankan program pemutihan ijazah bagi siswa yang ijazahnya masih tertahan di sekolah akibat kendala administrasi.
"Di Jakarta ini ternyata masih banyak warga yang kurang beruntung. Karena itu, pemerintah DKI Jakarta bekerja sama dengan Baznas Bazis menjalankan program pemutihan ijazah. Tahun lalu sekira 6.200 ijazah berhasil diselesaikan, dan tahun ini jumlahnya juga kurang lebih sama," tuturnya.
Selain itu, Pemprov DKI memperluas cakupan beasiswa KJMU hingga jenjang S2 dan S3. Tahun ini, Pemprov DKI juga mulai menjalankan program beasiswa luar negeri melalui LPDP.
"Pada tahap awal kami baru bisa memberangkatkan sekitar 50 hingga 75 mahasiswa untuk kuliah di luar negeri. Syarat utamanya memiliki KTP Jakarta, sudah diterima di perguruan tinggi yang baik, semua jurusan diperbolehkan, dan yang paling penting berasal dari keluarga yang kurang mampu," tandas Pramono.