You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
IMG 20260717 WA0096
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Media Pengelolaan Sampah di Grogol Selatan Diperbanyak

Pihak Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama terus memperluas penyediaan media pengelolaan sampah sebagai bagian dari implementasi Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber sesuai Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026.

"Budaya memilah dan mengolah sampah"

Wakil Camat Kebayoran Lama, Santoso Teguh Iman mengapresiasi upaya jajaran Kelurahan Grogol Selatan bersama masyarakat yang sudah membangun berbagai media pengelolaan sampah di lingkungannya. Upaya tersebut menjadi wujud nyata dukungan terhadap program pengurangan sampah dari sumber.

Syafrin Ingatkan Pentingnya Peran Petugas Gerobak Sampah

"Kami mengupayakan agar seluruh target yang telah ditetapkan pimpinan dapat terealisasi dalam dua hingga tiga hari ke depan, baik pembangunan teba modern, lubang biopori jumbo maupun komposter," ujarnya, Jumat (17/7).

Teguh menjelaskan, pembangunan media pengelolaan sampah tidak boleh terpusat hanya di satu lokasi. Sebaliknya, fasilitas tersebut perlu diperluas agar mampu menjangkau lebih banyak kawasan permukiman sehingga pengelolaan sampah dari sumber dapat berjalan secara optimal.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah bukan semata-mata keterbatasan sarana, prasarana, atau lahan, melainkan perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat.

"Saya kira kendala utama bukan hanya pada ketersediaan sarana, prasarana, ataupun lahan, melainkan bagaimana kita melakukan perubahan budaya. Kebiasaan membuang sampah sembarangan harus diubah menjadi budaya memilah dan mengolah sampah secara tertib," terangnya.

Sementara itu, Lurah Grogol Selatan, Ahmad Garibaldi menambahkan, hingga saat ini wilayahnya sudah memiliki empat teba modern, 29 lubang biopori jumbo, dan 40 komposter. 

"Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring berlanjutnya pembangunan media pengelolaan sampah di lingkungan warga," ucapnya.

Garibaldi menargetkan, sebanyak 350 kader Dasawisma memiliki lubang biopori atau komposter di rumah masing-masing. Upaya tersebut diharapkan menjadi contoh yang dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah organik dari sumbernya.

"Ini merupakan langkah awal yang diharapkan dapat memotivasi warga sekitar untuk menerapkan hal serupa. Kami optimistis hingga 31 Juli mendatang sedikitnya 90 persen target dapat tercapai," bebernya.

Ia memaparkan, Kelurahan Grogol Selatan bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan akan terus menggencarkan sosialisasi sekaligus melakukan pendampingan kepada warga, baik yang sudah maupun belum memiliki media pengelolaan sampah.

"Bagi yang memiliki media pengelolaan sampah akan kami dampingi agar memahami cara penggunaan yang benar. Sementara bagi yang belum, kami terus memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumber sebagai solusi atas persoalan persampahan di Jakarta," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

    access_time03-08-2026 remove_red_eye1041 personTiyo Surya Sakti
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye894 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Kepulauan Seribu Raih Peringkat Pertama Aktivasi IKD Terbaik Nasional

    access_time03-08-2026 remove_red_eye880 personAnita Karyati
  4. Konservasi Pulau Sabira Perkuat Ekosistem Laut dan Kesejahteraan Nelayan

    access_time03-08-2026 remove_red_eye850 personAnita Karyati
  5. Pramono Komitmen Terbitkan Pergub Lembaga Adat Betawi

    access_time01-08-2026 remove_red_eye819 personBudhi Firmansyah Surapati