You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sampah organik jati3
photo Nugroho Sejati - Beritajakarta.id

Tekan Sampah Makanan, Warga Diajak Bijak Kelola Pangan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat pengurangan sampah dari sumber dengan mengajak masyarakat mengelola pangan secara lebih bijak. Langkah ini penting karena sisa makanan masih menjadi bagian terbesar dari sampah organik yang setiap hari harus dikumpulkan, diangkut, dan diolah oleh pemerintah.

"harus menjadi bagian dari kebiasaan,"

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin mengatakan, pengurangan sisa makanan atau food waste dari rumah tangga dan tempat usaha akan memberikan dampak langsung terhadap berkurangnya beban sistem pengelolaan sampah kota.

“Semakin sedikit makanan yang terbuang, semakin kecil pula volume sampah yang harus dikumpulkan, diangkut, dan diolah. Karena itu, pengurangan sisa makanan harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat Jakarta,” ujarnya, Jumat (24/7).

Lomba Pilah Sampah Sektor Horeka, Pemprov DKI Siapkan Insentif Pajak

Ia menyampaikan, melalui Gerakan Warga Jakarta Bijak Pangan dan Gerakan Pilah Sampah, masyarakat didorong untuk merencanakan konsumsi, mencegah makanan terbuang, memanfaatkan bahan pangan yang masih layak, serta memilah sampah sejak dari rumah.

Dudi menjelaskan, gerakan yang dilaksanakan bersama Indonesia Business Council for Sustainable Development atau IBCSD tersebut juga melibatkan komunitas serta pelaku usaha sektor hotel, restoran, dan katering atau HORECA. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia menyebut, Jakarta menghasilkan sekitar 9.059 ton sampah setiap hari saat ini. Hampir separuh dari jumlah tersebut merupakan sampah organik yang didominasi sisa makanan.

Menurutnya, masyarakat dapat berkontribusi melalui langkah sederhana, seperti merencanakan belanja sesuai kebutuhan, mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan, mengolah kembali bahan pangan yang masih layak, serta memisahkan sampah organik dan anorganik.

“Sampah sisa makanan yang terus meningkat memberikan beban besar terhadap sistem pengelolaan sampah perkotaan. Karena itu, pengurangannya harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari dalam mengelola pangan,” jelasnya.

Executive Director IBCSD, Indah Budiani mengatakan, Gerakan Warga Jakarta Bijak Pangan mendorong masyarakat memandang sisa makanan sebagai persoalan yang dapat dicegah melalui perubahan kebiasaan.

Peluncuran gerakan tersebut diawali dengan kegiatan Demo Masak Bapak-Bapak Bijak Pangan yang menampilkan para pria mengolah bahan pangan tersisa menjadi hidangan baru.

Ia menilai, kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa pengelolaan pangan bukan hanya tanggung jawab perempuan, melainkan tanggung jawab seluruh anggota keluarga.

“Masyarakat dapat menerapkan kebiasaan sederhana, seperti merencanakan belanja sesuai kebutuhan, menyimpan pangan dengan benar agar lebih tahan lama, mengolah kembali makanan yang masih layak, hingga menyalurkannya kepada mereka yang membutuhkan,” ucapnya.

Menurutnya, perubahan kebiasaan di rumah dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten oleh jutaan warga Jakarta. Selain mengurangi sampah, pengelolaan pangan yang bijak juga membantu menghemat pengeluaran rumah tangga dan memperkuat kepedulian sosial.

Diharapkan, Gerakan Warga Jakarta Bijak Pangan dan Gerakan Pilah Sampah dapat berkembang menjadi gerakan bersama. 

“Melalui keterlibatan pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha, jumlah sisa makanan yang berakhir menjadi sampah dapat terus ditekan sejak dari sumber,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Warga Kebayoran Lama Selatan Diberi Layanan CKG

    access_time01-09-2026 remove_red_eye1310 personTiyo Surya Sakti
  2. Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

    access_time30-08-2026 remove_red_eye1174 personFakhrizal Fakhri
  3. Lansia di Jaktim Dimotivasi Terapkan Pola Hidup Sehat dan Produktif

    access_time03-09-2026 remove_red_eye814 personNurito
  4. Bank Jakarta Raih KEJAR Award 2026

    access_time30-08-2026 remove_red_eye807 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Wagub Paparkan Kebijakan Umum Perubahan APBD 2026

    access_time31-08-2026 remove_red_eye794 personBudhi Firmansyah Surapati