Dukcapil Kepulauan Seribu Maksimalkan Layanan Jemput Bola
Guna menciptakan data administrasi kependudukan (adminduk) yang lengkap dan akurat, Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sudin Dukcapil) Kepulauan Seribu, terus memaksimalkan program layanan jemput bola kepada masyarakat.
Memberikan layanan yang membahagiakan bagi warga.
Kepala Seksi Data Informasi dan Pengawasan Sudin Dukcapil Kepulauan Seribu, Angga Noviar mengatakan, setiap warga yang berada di wilayah Kepulauan Seribu merupakan penduduk yang wajib didata dan dilayani dengan baik.
Dalam aksi terbaru, petugas menyisir pemukiman warga dari kampung ke kampung, termasuk Pulau Panggang sebagai salah satu pulau terpadat.
Aktivasi IKD DKI Jakarta Lampaui Target Nasional"Kami senantiasa membantu permasalahan adminduk masyarakat melalui konsultasi dan edukasi warga, serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang rutin dilaksanakan di wilayah kepulauan," ujarnya, Jumat (31/7).
Angga menjelaskan, pihaknya mengandalkan program unggulan bernama Layanan Tanpa Batas (Lantas) Samudera. Program ini sangat efektif dalam memberikan layanan prima bagi warga yang memiliki keterbatasan akses geografis.
"Lantas Samudera merupakan inovasi andalan yang menggabungkan beberapa program, yaitu Dukcapil Guru Tamu, Inovasi Seribu Pulau Satu Data, serta strategi Jemput Bola," terangnya.
Menurutnya, keberhasilan program ini tecermin dari capaian aktivasi IKD di Kepulauan Seribu yang saat ini telah mencapai 74 persen dari total 21.035 warga wajib KTP (WKTP).
Secara rinci, di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara terdapat 12.251 WKTP, sedangkan di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan sebanyak 8.784 jiwa.
Berkat capaian 74 persen tersebut, Sudin Dukcapil Kepulauan Seribu saat ini menempati peringkat pertama nasional dalam cakupan kepemilikan IKD, mengungguli Kabupaten Wonogiri di posisi kedua dan Kota Magelang di posisi ketiga.
Angga menambahkan, melalui Lantas Samudera, petugas tidak hanya melakukan pendataan penduduk non-permanen, tetapi juga memberikan edukasi agar masyarakat sadar akan pentingnya dokumen kependudukan.
"Tujuannya adalah menjaga ketertiban adminduk dan memberikan layanan yang membahagiakan bagi warga. Masyarakat juga dapat memantau data jumlah pendatang secara transparan melalui dasbor resmi 'Dariku Untukmu' milik Dinas Dukcapil DKI Jakarta," tandasnya.