44 Calon Paskibraka Jakut Jalani Pelatihan Intensif
Menjelang Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 44 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Jakarta Utara mulai menjalani pelatihan intensif di kantor wali kota setempat.
Mereka terpilih setelah melalui rangkaian seleksi panjang
Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Utara, Muhammad Reza Phahlevi menjelaskan, pelatihan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 3 hingga 12 Agustus. Para peserta yang terdiri dari 22 putra dan 22 putri ini merupakan hasil seleksi ketat dari ratusan pendaftar.
"Mereka terpilih setelah melalui rangkaian seleksi panjang sejak Februari lalu," ujarnya, Rabu (5/8).
317 Calon Paskibraka di Jaksel Lolos Seleksi Tahap AwalReza memaparkan, proses seleksi dimulai dari 657 pendaftar. Dari jumlah tersebut, 332 peserta dinyatakan lolos administrasi untuk mengikuti tahap selanjutnya, mulai dari seleksi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PWK), Intelegensi Umum (TIU), kesehatan, parade, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga seleksi kepribadian.
"Tahun ini, ada tiga perwakilan dari sekolah internasional Tzu Chi yang menjadi calon Paskibraka. Kami juga mengirimkan lima wakil terbaik untuk bertugas di tingkat Provinsi DKI Jakarta," terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Duta Pancasila Purna Paskibraka Indonesia (DPPI) Jakarta Utara, Fernando Rizal Hutahaean menjelaskan, selama masa pelatihan, para peserta tidak hanya digembleng secara fisik, tetapi juga dibekali materi non-fisik. Kurikulum pelatihan mencakup kedisiplinan, wawasan kebangsaan, hingga kesehatan mental melalui sesi psikologi.
"Kami juga memberikan materi beauty class agar mereka tetap tampil prima dan rapi saat bertugas di bawah terik matahari," tuturnya.
Selama pelatihan, mereka dipandu 10 pelatih yang berasal dari unsur TNI, Polri, dan DPPI Jakarta Utara.
"Prosesi pengukuhan Paskibraka Jakarta Utara direncanakan berlangsung pada 13 Agustus mendatang," ungkapnya.
Salah seorang peserta dari SMA Negeri 52 Jakarta, Kanaya Tri Agustin (17), mengaku antusias mengikuti pelatihan ini meskipun harus menghadapi tantangan cuaca panas.
Ia menilai, pelatihan intensif ini sangat bermanfaat dalam membangun kebersamaan dan karakter.
"Tantangan terbesarnya memang cuaca panas saat latihan fisik, tapi kami rutin mengonsumsi vitamin dan minuman isotonik untuk menjaga kondisi tubuh," ungkapnya.
Ia berharap, melalui kedisiplinan yang diajarkan, dirinya bersama rekan-rekan dapat menjalankan tugas dengan sempurna saat upacara nanti.
"Saya ingin memberikan yang terbaik, apalagi sertifikat Paskibraka ini sangat berguna untuk masa depan," tandasnya.