You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pengerukan phb alfa indah tiyo
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Pengerukan Saluran Penghubung Alfa Indah Ditarget Rampung September

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan melakukan langkah strategis untuk mencegah potensi banjir saat musim hujan. Salah satunya melalui optimalisasi pengerukan saluran Penghubung (Phb) Alfa Indah segmen Jalan Taman Alfa Indah, Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan yang ditargetkan rampung September 2026.

"Mengembalikan kapasitas tampung"

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengatakan, wilayah Kecamatan Pesanggrahan memiliki posisi strategis dalam penanganan banjir di Jakarta Selatan. 

Pengurasan Saluran Jalan Bojong Raya Rampung Pekan Depan

"Pengerukan saluran PHB Alfa Indah dinilai penting untuk mengembalikan kapasitas tampung dan memperlancar aliran air," ujarnya, Senin (10/8).

Syafrin menjelaskan, kondisi saluran Phb Alfa Indah, khususnya di bawah jembatan sufah mengalami pendangkalan akibat sedimentasi yang cukup masif. Sedimen lumpur bahkan menutup sekitar 90 persen bagian saluran.

"Mumpung musim kemarau, kami bergerak cepat melakukan pengerukan sedimen lumpurnya agar kapasitas tampung air kembali optimal saat musim hujan tiba," terangnya.

Syafrin menambahkan, penanganan saluran tidak hanya dilakukan di wilayah Jakarta Selatan. Pemkot Jakarta Selatan juga berkoordinasi dengan Pemkot Jakarta Barat untuk memastikan kelancaran aliran air dari bagian hulu hingga hilir.

"Begitu di titik Taman Alfa selesai, kami berkoordinasi dengan rekan-rekan di Jakarta Barat untuk menyambung pengerukan ke arah hilir agar pergerakan air lancar menerus sampai ke pembuangan akhir," ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat turut menjaga fungsi saluran air dengan tidak membuang sampah sembarangan, termasuk ke dalam saluran. Masyarakat juga diminta tidak menutup saluran air serta aktif melaporkan apabila menemukan kendala drainase di lingkungan masing-masing.

"Kami juga sudah melakukan sosialisasi dan aksi pilah sampah. Tolong dilakukan dengan baik. Jangan sampai sampah itu malah dibuang sembarangan, apalagi ke dalam saluran air," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo menuturkan, pengerukan Saluran Phb Alfa Indah ditargetkan mencapai volume total 1.207 meter kubik, mulai dari batas wilayah Jakarta Barat hingga Jalan Taman Alfa Indah.

Hingga saat ini, pengerukan telah mencapai 656 meter kubik atau sekitar 54 persen dari total target. Untuk mempercepat pekerjaan, Suku Dinas SDA Jakarta Selatan mengerahkan dua unit alat berat amfibi, satu unit spider, serta 10 unit truk pengangkut.

"Progres pengerukan saat ini sudah mencapai 656 meter kubik dari total target 1.207 meter kubik atau 54 persen. Untuk mempercepat proses, kami menerjunkan alat berat berupa dua unit amfibi, satu unit spider, serta dibantu 10 unit dump truck," bebernya.

Santo memaparkan, pihaknya juga menerapkan sistem transit untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan sedimen dan sampah hasil pengerukan sebelum dibawa ke lokasi pembuangan akhir di Ancol.

"Hasil pengerukan sementara kami transitkan di Gudang Deplu. Jika langsung dibuang ke Ancol, truk hanya bisa mengangkut satu rit per hari. Dengan sistem transit ini, efisiensi pengangkutan meningkat menjadi tiga hingga empat rit per hari," imbuhnya.

Santo menargetkan seluruh proses pengerukan Phb Alfa Indah rampung pada September 2026. Sehingga, kapasitas saluran diharapkan sudah kembali optimal sebelum memasuki musim hujan.

"Mudah-mudahan sebelum musim hujan sudah selesai semuanya pengerukannya. Kami akan kerjakan dengan optimal setiap harinya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12785 personDessy Suciati
  2. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1474 personFakhrizal Fakhri
  3. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1467 personAnita Karyati
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1417 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1103 personBudhi Firmansyah Surapati