You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ppsu kebon pala puing kebakaran nurito ist
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Petugas PPSU Bantu Bersihkan Material Sisa Kebakaran di Kebon Pala

Sebanyak 21 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur dikerahkan untuk membantu membersihkan material sisa kebakaran lima rumah warga di Jalan Perindustrian RT 06/07.

"Membantu warga"

Pembersihan sudah dilakukan sejak Minggu (9/8), sehari setelah kebakaran terjadi pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 14.41 WIB. Selain petugas PPSU, warga setempat juga turut bergotong royong membersihkan material bangunan yang terbakar.

Sejumlah Bantuan Penyintas Kebakaran Kebon Pala Telah Didistribusikan

Lurah Kebon Pala, Dian Eka Harianti mengatakan, pengerahan petugas PPSU merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab jajaran kelurahan dalam membantu warga yang terdampak musibah.

"Kita bersama-sama dengan warga sejak kemarin membersihkan material sisa kebakaran. Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk membantu warga yang membutuhkan bantuan," ujarnya, Senin (10/8).

Dian menjelaskan, pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Timur untuk mendukung proses pengangkutan material sisa kebakaran.

"Untuk sementara, hasil pembersihan dikumpulkan di Lokasi Pembuangan Sampah (LPS) RW 07, Kelurahan Kebon Pala dan selanjutnya akan diangkut menggunakan truk sampah milik Suku Dinas LH Jakarta Timur," terangnya.

Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Kebon Pala, Retno Ambarsari menambahkan, untuk menunjang proses pembersihan, turut dikerahkan dua unit gerobak, satu unit gerobak motor, serta satu kendaraan dinas operasional.

"Kita targetkan dan diusahakan hari ini selesai pembersihan area yang terbakar," ungkapnya.

Retno menuturkan, salah satu kendala dalam proses pembersihan adalah kondisi akses jalan menuju lokasi yang cukup sempit. Kondisi tersebut membuat proses pengangkutan tidak dapat dilakukan menggunakan kendaraan berukuran besar dan harus memanfaatkan gerobak secara bertahap.

"Kendalanya akses jalan menuju lokasi kejadian sangat sempit. Sehingga, pengangkutan material harus menggunakan gerobak," bebernya.

Sementara itu, Ketua RW 07, Kelurahan Kebon Pala, Arif Rifa'i mengapresiasi bantuan jajaran kelurahan setempat yang turut membantu warga menangani dampak kebakaran.

Menurutnya, banyaknya material serta kondisi akses jalan yang sempit membuat warga akan kesulitan apabila harus melakukan pembersihan secara mandiri.

"Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada kelurahan yang sudah membantu penanganan pascakebakaran. Tanpa ada bantuan petugas PPSU, tentu kami kesulitan membersihkan puing-puingnya," ucapnya.

Ia menuturkan, sejumlah bantuan dari berbagai instansi juga telah diterima dan langsung didistribusikan kepada warga terdampak. Saat ini, warga yang rumahnya terbakar masih mengungsi di aula Sekretariat RW 07.

"Kami juga sudah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum warga selama berada di lokasi pengungsian," imbuhnya.

Ia berharap, warga yang rumahnya terdampak kebakaran dapat memperoleh bantuan melalui program bedah rumah Baznas Bazis Jakarta Timur. Bantuan tersebut dinilai penting agar rumah warga dapat kembali diperbaiki dan ditempati secara layak.

"Pemilik rumah merupakan keluarga tidak mampu sehingga mereka kesulitan memperbaiki rumah secara mandiri," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

    access_time03-08-2026 remove_red_eye1271 personTiyo Surya Sakti
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1105 personAnita Karyati
  3. Kepulauan Seribu Raih Peringkat Pertama Aktivasi IKD Terbaik Nasional

    access_time03-08-2026 remove_red_eye1098 personAnita Karyati
  4. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1097 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Konservasi Pulau Sabira Perkuat Ekosistem Laut dan Kesejahteraan Nelayan

    access_time03-08-2026 remove_red_eye1078 personAnita Karyati