You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Cegah Pembuangan Sampah Liar, Satpol PP Awasi Lahan Kosong di Dukuh
photo Nurito - Beritajakarta.id

Satpol PP Kramat Jati Cegah Pembuangan Sampah Liar

Upaya mencegah kembali maraknya pembuangan sampah secara liar terus dilakukan di lahan kosong seluas 6.000 meter persegi di Jalan Penggilingan Baru RT 13/03, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Pengawasan di lokasi"

Sebanyak enam personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Kramat Jati dikerahkan untuk melakukan pengawasan untuk memastikan tidak ada lagi warga maupun pihak lain yang memanfaatkan lahan tersebut sebagai tempat pembuangan sampah.

Personel Gabungan Tangani Lanjutan Lahan Terbakar di Kelurahan Dukuh

Kepala Satpol PP Kecamatan Kramat Jati, Endharwanto mengatakan, pengawasan dilakukan sesuai arahan pimpinan sebagai langkah antisipatif agar persoalan pembuangan sampah liar tidak kembali terjadi.

"Kita masih terus lakukan pengawasan di lokasi, termasuk pada malam hari. Sejauh ini tidak ada lagi warga yang membuang sampah ke lahan kosong tersebut," ujarnya, Selasa (11/8).

Endharwanto menjelaskan, kondisi di lokasi saat ini relatif terkendali. Selain adanya pengawasan personel Satpol PP, akses menuju lahan kosong tersebut juga telah diputus. Sehingga, kendaraan yang membawa sampah tidak dapat lagi masuk ke area tersebut.

Sebelumnya, terdapat akses berupa papan yang digunakan kendaraan untuk melintasi saluran air. Akses tersebut ditutup dengan papan setelah saluran air yang melintang sebelumnya disumbat menggunakan puing.

"Akses ini sudah dibongkar agar kendaraan tidak lagi memiliki jalur untuk masuk ke lahan kosong," terangnya.

Ia menuturkan, pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga lokasi setelah sebelumnya terjadi penumpukan sampah yang cukup signifikan. Terlebih, kawasan tersebut sempat mengalami kebakaran pada Sabtu (1/8) yang juga berdampak terhadap seorang petugas pemadam kebakaran setelah menjalankan tugas pemadaman.

"Untuk proses pengangkutan sampah dari lahan tersebut kini telah dihentikan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah menambahkan, pengangkutan terakhir dilakukan pada Kamis (6/8).

Penghentian pengangkutan dilakukan setelah alat berat milik Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) ditarik dari lokasi dan akses kendaraan menuju lahan tersebut diputus.

"Pengangkutan sampah sudah kita stop sejak Kamis pekan lalu. Alat berat juga sudah tidak ada di lokasi," ucapnya.

Ia memaparkan, sebelumnya, proses pengangkutan sampah dilakukan sejak Senin (3/8) hingga Kamis (6/8). Dalam kurun waktu tersebut, sebanyak 43 truk atau 43 rit sampah berhasil diangkut dari lahan kosong tersebut.

"Setiap truk memiliki kapasitas sekitar enam meter kubik dengan muatan berkisar tiga hingga lima ton. Sehingga, puluhan rit pengangkutan tersebut menjadi bagian dari penanganan sampah yang sebelumnya menumpuk di lokasi," imbuhnya.

Menurutnya, dari 43 rit sampah yang diangkut, sebanyak delapan truk berisi sampah residu dibawa ke TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

"Untuk sampah berupa kayu, batang pohon, dan material sejenis lainnya dibawa ke Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1233 personAnita Karyati
  2. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1047 personFakhrizal Fakhri
  3. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye890 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Pemprov DKI Bakal Hubungkan Dua JPO di Rasuna Said

    access_time05-08-2026 remove_red_eye761 personDessy Suciati
  5. Dinas LH Tangani Tumpukan Sampah di Kedaung Kaliangke

    access_time07-08-2026 remove_red_eye723 personAldi Geri Lumban Tobing