You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sdn joglo 05 zero waste bilal
photo Bilal Nugraha Ginanjar - Beritajakarta.id

SDN Joglo 05 Terapkan Kawasan Zero Waste

SDN Joglo 05 Jakarta Barat, memberlakukan kawasan zero waste di lingkungan sekolah dengan memberlakukan larangan buang sampah, melakukan kegiatan komposting, pengumpulan sampah anorganik, serta budidaya maggot dan aturan murid wajib gunakan tumbler minum.

Sampah bila dikelola baik bisa mendatangkan nilai ekonomis

Kepala SDN Joglo 05, Veranika mengatakan, upaya penerapan kawasan sekolah zero waste telah dimulai sejak Desember 2024 lalu. Secara konsisten, jajarannya melakukan edukasi pilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan kepada para pelajar maupun orang tua murid.

"Kami secara teknis bekerjasama dengan sejumlah pihak untuk bisa mengelola sampah organik dan anorganik. Edukasi terus kita masifkan hingga saat ini bisa kita terapkan zero waste," katanya, Kamis (13/8).

SDN Sukabumi Selatan 06 Terapkan Kawasan Sekolah Zero Waste

Dijelaskan Vera, saat ini 493 murid kelas 1 hingga 6 di sekolahnya rutin melaksanakan pengumpulan sampah anorganik untuk ditimbang sebagai tabungan di Bank Sampah Kartabumi Recycling Center, setiap dua pekan sekali.

"Kegiatan pengumpulan sampah anorganik seperti kertas, kardus, plastik, besi dan streofoam ini juga melibatkan civitas sekolah dan orang tua pelajar, dengan jumlah nasabah mencapai 800 orang," paparnya.

Setiap kali penimbangan, ungkap Vera, volume sampah yang dikumpulkan bisa mencapai hingga dua ton. Bila dikonversi secara nominal, angkanya berkisar antara Rp 6-7 juta setiap bulan dan dicatatkan dalam tabungan setiap nasabah sesuai jumlah setoran mereka.

Tidak hanya disetor ke bank sampah, Vera mengaku, pihaknya telah mulai mengembangkan pengolahan sampah anorganik menjadi produk kerajinan.

"Sejumlah produk kriya yang telah dihasilkan seperti gantungan kunci, pouch ponsel, tali ponsel hingga gelang manik-manik yang dibuat dari plastik bekas," tuturnya.

Lalu, terkait pengelolaan sampah organik di sekolah dilakukan melalui pengembangan komposter, eco-enzym dan budidaya maggot. Secara khusus, Vera mengaku, sekolah telah menjadikan kegiatan komposter menggunakan metode bio-dekomposter dan compost bag, menjadi program kokurikuler bagi siswa Fase A. 

"Setelah kompos jadi dalam durasi tiga bulan, program dilanjutkan ke proyek berikutnya, yaitu urban farming," tukasnya.

Dilanjutkan Vera, program urban farming di sekolah membuat budidaya sayur dengan sistem vertikal menggunakan pot yang digantung di pagar. Lalu, kompos hasil dari pengolahan yang dilakukan sekolah digunakan sebagai media tanam.

Lantaran sudah menerapkan aturan wajib membawa tumbler dan tidak memperbolehkan murid membawa air minum kemasan plastik ke lingkungan sekolah, Vera mengaku, telah menyediakan mesin Reverse Osmosis (RO).

Seluruh pelajar dan civitas sekolah diperkenankan mengambil minum di mesin pengolah air siap konsumsi yang menggunakan teknologi ioniser itu dengan pilihan dingin, panas maupun normal tanpa dipungut biaya.

"Berbagai upaya yang dilakukan dalam mewujudkan sekolah zero waste saat ini tidak hanya membuat lingkungan lebih bersih, tapi juga memberikan bukti nyata bahwa sampah bila dikelola baik bisa mendatangkan nilai ekonomis yang cukup siginifikan," imbuhnya.

Vera mengaku, berencana untuk mengadakan unit mesin yang bisa melelehkan plastik. Nantinya, hasil dari cetakan plastik itu bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai produk mulai dari rumah tangga, furniture hingga peralatan kantor.

"Namun harga alatnya lumayan mahal dan mudah-mudahan ada yang mau memfasilitasi. Jika bisa mengelolanya sendiri secara mandiri, kami jadi tidak perlu membuang sampah ke luar," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye12762 personDessy Suciati
  2. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1450 personFakhrizal Fakhri
  3. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1445 personAnita Karyati
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1399 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye1088 personBudhi Firmansyah Surapati