You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
IMG 20260816 WA0002
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Pemkot Jaksel Optimalkan Upaya Cegah Banjir

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan mengoptimalkan upaya pencegahan genangan maupun banjir, salah satunya dengan melakukan pengerukan Kali Pesanggrahan segmen TPU Tanah Kusir hingga Kompleks IKPN, Kecamatan Pesanggrahan. 

"Melakukan pengerukan"

Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengatakan, upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim penghujan sekaligus mengantisipasi banjir dan genangan di wilayah rawan.

Pengerukan Saluran Penghubung Alfa Indah Ditarget Rampung September

"Sejak pekan lalu, kami sudah menginstruksikan para camat dan lurah untuk terus melakukan pemantauan lokasi-lokasi yang rawan banjir. Mereka segera harus bertindak cepat berkoordinasi untuk melakukan pengerukan atau pengurasan saluran air," ujarnya, Minggu (16/8).

Syafrin menjelaskan, akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) untuk memastikan kegiatan pembersihan kali, sungai, dan saluran mikro berjalan secara konsisten selama musim kemarau.

"Mudah-mudahan dengan upaya kita mengeruk saluran air dari hulu hingga ke hilir, maka Jakarta Selatan nantinya saat musim hujan akan terbebas dari banjir atau genangan," terangnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo menambahkan, pengerukan Kali Pesanggrahan ke arah hilir dilakukan sepanjang 1,4 kilometer. Jalur pengerukan tersebut salah satunya melintasi kawasan TPU Tanah Kusir dan Kompleks IKPN.

"Ada kawasan Kompleks IKPN, RW 04 yang selama ini dikenal sering mengalami genangan akibat penyempitan aliran dan pendangkalan sedimen lumpur yang parah. Untuk itu, kita keruk juga kali yang melintasi wilayah ini," ungkapnya.

Menurutnya, pengerukan sudah dimulai sejak April 2026 dan ditargetkan rampung pada Maret 2027. Total volume pengerukan yang ditargetkan mencapai 60.000 meter kubik.

"Hingga saat ini, progres volume pengerukan telah mencapai 35,7 persen. Pengerukan dilakukan hingga kedalaman enam meter dari permukaan tanah untuk mengangkat sedimen lumpur serta sampah rumah tangga yang mengendap," bebernya.

Santo memaparkan, untuk mendukung pekerjaan tersebut, sebanyak lima unit alat berat dan 10 unit truk pengangkut dikerahkan. Empat alat berat digunakan untuk mengeruk aliran sungai, sedangkan satu unit disiagakan di lokasi penampungan sementara di kawasan Tanah Kusir atau area pemakaman terdekat.

Ia menuturkan, penanganan juga diperkuat melalui koordinasi lintas wilayah perbatasan, termasuk dengan Pemerintah Kota Jakarta Barat. 

"Kita optimalkan penanganan titik rawan untuk memastikan aliran air lancar dari hulu ke hilir tanpa hambatan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye14530 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

    access_time16-10-2026 remove_red_eye3605 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1951 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Pembangunan SPBU di Tiga Pulau Ditarget Segera Terealisasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1190 personAnita Karyati
  5. Taman Jaga Tirta 2 Hijaukan Bantaran Kali Ciragil

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1077 personTiyo Surya Sakti