Bappeda DKI Lakukan Penilaian Lapangan Program Sikambal di Kampung Bali
Tim Pusat Riset Inovasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Rabu (26/8), melakukan verifikasi lapangan terhadap program inovasi Sistem Kampung Bali Berkelanjutan (Sikambal) di RPTRA Hati Suci, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Sistem pengelolaan lingkungan yang melibatkan warga
Menurut Kepala Pusat Riset Inovasi Daerah Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Maruhal Mangasi Tuna Sijabat, verifikasi lapangan ini merupakan bagian dari rangkaian penilaian Jakarta Innovation Award 2026.
"Kelurahan Kampung Bali masuk tiga kelurahan terbaik yang melaju ke tahap verifikasi lapangan untuk memperebutkan peringkat pertama, kedua dan ketiga," jelas Maruhal.
Layanan Bus Antar-Jemput Pelajar Disabilitas Masuk 10 Besar Jakarta Innovation AwardDiungkapkan Maruhal, dalam verifikasi lapangan ini pihaknya mengecek langsung keterlibatan warga, kader PKK dan pengurus RT/RW dalam mengelola tanaman hidroponik dan sampah organik, serta edukasi lingkungan melalui program Sikambal.
"Kami berharap program ini mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menciptakan iklim lingkungan yang lebih baik. Sehingga, menghadirkan kenyamanan dan keharmonisan hidup bagi warga Kampung Bali," paparnya.
Asisten Pemerintahan Jakarta Pusat, Prasetio Kurniawan menjelaskan, inovasi Sikambal lahir dari satu semangat sederhana yakni permasalahan lingkungan tidak cukup hanya diselesaikan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi masyarakat.
"Melalui inovasi Sikambal, kami berupaya membangun sistem pengelolaan lingkungan yang melibatkan warga secara langsung mulai dari pemilahan sampah, pengelolaan bank sampah digital, pengelolaan sampah melalui biokonversi, urban farming, pemanfaatan kembali sampah menjadi produk kreatif dan media edukasi," jelasnya.
Sementara Lurah Kampung Bali, Musa memaparkan, Sikambal merupakan inovasi yang mengintegrasikan pengelolaan lingkungan, pelibatan masyarakat, serta pengembangan ekonomi.
"Inovasi Sikambal harus berkelanjutan dan dapat diteruskan di Kelurahan Kampung Bali karena tidak berfokus pada masalah sosial, lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan ekonomi warga Kampung Bali," tandasnya.