You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kota Tua Harus Steril dari Kegiatan Acara
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

Kota Tua Harus Steril dari Kegiatan Acara

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melarang semua jenis kegiatan acara di Kota Tua. Sehingga ke depan, kawasan tersebut hanya akan dijadikan objek wisata seperti di Monumen Nasional (Monas). Tujuannya agar pedagang kaki lima (PKL) tidak terus bertambah.

Ke depan tidak boleh lagi ada acara. Acara apapun

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Purba Hutapea mengatakan, jumlah PKL di Kota Tua terus bertambah. Sehingga dibuat kebijakan agar Kota Tua tidak dijadikan tempat penyelenggaraan acara.

2015, Kota Tua Dikunjungi 310.506 Wisatawan

"Ke depan tidak boleh lagi ada acara. Acara apapun. Dan kepala UP Kota Tua diberi otoritas penuh memerintah siapa saja, termasuk Dinas Pariwisata dan wali kota," kata Purba di Balai Kota, Selasa (8/9).

Menurut Purba, masalah utama di Kota Tua adalah keberadaan PKL. Sebab kawasan tersebut terbuka, sehingga permasalahannya lebih kompleks. "Selama ini di Kota Tua, masalah klasik adalah PKL karena kawasan itu terutama di sekitar taman plaza Fatahillah itu kan terbuka," ucapnya.

Bahkan jumlah PKL dari waktu ke waktu jumlahnya terus bertambah. Semula tercatat jumlah PKL hanya sebanyak 400 pedagang, namun saat ini sudah mencapai 1.000 pedagang.

"Itu tidak akan terkendali apabila tidak ada action yang segera. Tadi sudah dirapatkan bahwa Dinas KUMKMP harus memetakan dimana PKL boleh berjualan," katanya.

PKL akan dipusatkan di lahan yang telah dibebaskan, yakni di Jalan Cengkeh. Setidaknya ada lahan seluas 1,2 hektare. Dia mengaku penataan sebelumnya dirasa belum maksimal. Karena PKL justru ditempatkan di lorong.

"Mereka harus pindah ke Jalan Cengkeh. Itu ada tanah 1,2 hektare yang dibebaskan itu. Dia harus pindah ke situ beserta parkirnya. Jadi Plaza Kota Tua itu bersih dari pedagang dan acara," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Rano Pastikan Penyintas Kebakaran Kebon Kosong Terlayani Baik

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1305 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pemkot Jakut Dukung Pembangunan Fasilitas Pendidikan di Pluit

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1226 personAnita Karyati
  3. Rano Apresiasi Penanganan Jalan Amblas di Lenteng Agung

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1067 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Buka Indonesia World Dance Festival 2026, Rano Karno Dorong Jakarta Jadi Pusat Kebudayaan Global

    access_time30-05-2026 remove_red_eye1061 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. PMI Jaksel Ikut Bantu Penyintas Kebakaran di Kebon Kosong

    access_time04-06-2026 remove_red_eye987 personTiyo Surya Sakti