150 Peserta Ikuti Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menyosialisasikan Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik Tegangan Menengah dan Rendah pada Bangunan dan Gedung di Ruang Antasari, Kantor Wali Kota setempat.
"Arus pendek akibat instalasi"
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi DKI Jakarta tersebut diikuti 150 peserta yang terdiri dari perwakilan pengelola gedung, teknisi instalatur, dan asosiasi profesi ketenagalistrikan.
Komisi B Dorong Disnakertransgi Terus Tingkatkan Kualitas Pelatihan KerjaWakil Wali Kota Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim mengatakan, kewaspadaan terhadap potensi bencana perlu terus ditingkatkan, termasuk yang berkaitan dengan keselamatan instalasi listrik.
Menurutnya, mitigasi bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis kelistrikan, tetapi juga perlu mempertimbangkan faktor alam, terutama di tengah fenomena cuaca El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga akhir September.
"Mitigasi bencana bukan hanya dari segi teknis kelistrikan, faktor alam juga memengaruhi. Berdasarkan pengalaman saya di bidang penanggulangan bencana, penyebab utama tingginya angka kebakaran di perkotaan sering kali dipicu arus pendek akibat instalasi yang tidak memenuhi standar," ujarnya, Kamis (3/9).
Firmanuddin menjelaskan, Pemkot Jakarta Selatan berkomitmen memberikan edukasi dan solusi untuk menjamin keselamatan kerja, keamanan bangunan, serta keandalan sistem kelistrikan di wilayahnya.
Ia menginginkan agar sosialisasi K2 terus diperluas hingga tingkat kecamatan sehingga pemahaman mengenai keselamatan ketenagalistrikan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
"Sistem kelistrikan tidak hanya harus aman, tetapi juga andal dan berkelanjutan. Apalagi, pemanfaatan listrik saat ini terus berkembang, seperti pada kendaraan listrik. Edukasi ini penting agar pengelola gedung dapat mengevaluasi dan memperbarui standar keamanannya," terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Energi Disnakertransgi DKI Jakarta, Ulin Nuha memaparkan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi masih ditemukannya instalasi pemanfaatan tenaga listrik pada bangunan dan gedung di Jakarta Selatan yang belum sepenuhnya memenuhi standar keselamatan.
Ulin menambahkan, sosialisasi ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman pengelola gedung, teknisi, dan masyarakat mengenai regulasi serta standar keselamatan ketenagalistrikan.
"Kita juga melakukan sosialisasi ini untuk mendorong penerapan prinsip keselamatan ketenagalistrikan yang aman, andal, dan ramah lingkungan pada setiap instalasi pemanfaatan tenaga listrik," bebernya.
Ia berharap, pemahaman terhadap regulasi semakin meningkat dan penerapan prinsip K2 yang aman, andal, serta ramah lingkungan dapat semakin optimal.
"Semoga dengan sosialisasi ini, kita bisa menekan atau bahkan menghilangkan angka kejadian kecelakaan dan kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak sesuai standar di Jakarta Selatan," tandasnya.