Warga Grogol Bangun Lubang Biopori Jumbo di Areal Taman
Warga RW 02 Kelurahan Grogol, Jakarta Barat, memanfaatkan areal lahan Taman Gropilah (Grogol Pilah Sampah) di Jalan Kyai Tapa, untuk membuat lubang biopori jumbo.
Mengolah sampah organik dari rumah warga
Ketua RW 02, Andreas menjelaskan, selain berfungsi untuk pemilahan sampah organik, lubang biopori itu juga bermanfaat untuk peresapan air tanah di wilayahnya yang tergolong padat penduduk.
"Materialnya dari tong plastik Kami tanam di area lahan taman. Tujuannya untuk mengolah sampah organik dari rumah warga," katanya, Kamis (3/9).
Kelurahan Tomang Kurangi Sampah dengan Lubang BioporiDilanjutkan Andreas, untuk membuat lubang biopori itu pihaknya berkolaborasi dengan jajaran kelurahan. Selain mengurus perizinan pemanfaat lahan, pihak kelurahan juga melakukan pembinaan dalam pengembangan pengelolaan sampah.
Diharapkannya, keberadaan lubang biopori ini bisa memotivasi dan mengedukasi warga agar lebih giat memilah sampah dari rumah.
"Dengan adanya lubang biopori ini, kami berharap warga di seluruh RT semakin giat dan terbiasa memilah sampah dari sumber," ucapnya.
Lurah Grogol, Ady Saputro mengatakan, pemanfaatan areal taman untuk lubang biopori itu telah dikoordinasikan dengan Suku Dinas Pertamanan dan Kehutanan (Tamhut) Jakarta Barat selaku UKPD pengampuh. Keseluruhannya, terdapat sebanyak 10 lubang biopori jumbo di lahan Taman Gropilah.
"Dari 10 lubang biopori itu bisa menampung dan mengolah sekitar 740 kilogram sampah. Kami berharap semangat ini bisa memotivasi RW lain untuk menggencarkan upaya pilah sampah dari sumber," tandasnya.