Taman PKK Petogogan Ikut Jaga Ketahanan Pangan
Penataan Kawasan Unggulan Triwulan III di Jalan Cibulan Raya, RT 14/06, Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mengusung konsep ketahanan pangan lingkungan.
"Penataan kawasan"
Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Petogogan, Jati Prihatnowo mengatakan, penataan tersebut merupakan tahap perapian lanjutan untuk memastikan kawasan yang telah selesai dikerjakan tetap terjaga keindahan dan kondisinya.
Penataan Jalan Ciledug Raya Upaya Jadikan Kawasan Lebih Tertata dan Estetis"Penataan kawasan ini sudah 100 persen selesai dan hari ini hingga ke depannya perawatan difokuskan untuk merapikan agar taman tetap terjaga, indah, dan tidak rusak," ujarnya, Kamis (17/9).
Jati menjelaskan, lokasi yang sebelumnya merupakan Taman PKK tersebut sempat terbengkalai dan tidak tertata dalam waktu cukup lama. Kondisi itu menyebabkan banyak tanaman mati, tanah mengeras, serta pertumbuhan pohon menjadi rimbun dan tidak beraturan.
"Berangkat dari kondisi itu, kami berinisiatif melakukan penataan ulang agar fasilitas publik ini kembali berfungsi optimal dan dapat dinikmati masyarakat," terangnya.
Menurutnya, penataan lahan seluas kurang lebih 250 meter persegi tersebut melibatkan lima personel dan berlangsung sekitar 2,5 bulan sejak Juli 2026.
Kolaborasi lintas sektor yang terjalin dalam penataan kawasan tersebut berjalan dengan baik. Kelurahan Petogogan juga mendapat dukungan penuh dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan yang membantu proses penanaman pohon serta penopingan.
"Sinergisitas ini juga diperkuat oleh partisipasi aktif warga sekitar yang turut menyumbangkan bibit tanaman sekaligus ambil bagian dalam perawatan harian," bebernya.
Jati menuturkan, dengan mengusung tema ketahanan pangan, wajah baru taman tersebut didominasi tanaman produktif. Beberapa jenis tanaman yang dibudidayakan di antaranya jagung, alpukat, tomat, hingga cabai.
Selain itu, terdapat berbagai jenis tanaman obat keluarga (TOGA), seperti jahe dan kencur, yang kerap dimanfaatkan warga setelah beraktivitas di lapangan senam sekitar lokasi.
Tidak hanya berfokus pada penghijauan, lanjut Jati, kawasan tersebut juga dilengkapi fasilitas pengelolaan lingkungan berupa tempat pemilahan sampah atau Teba. Sarana ini difungsikan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos secara mandiri guna menekan volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.
"Semoga taman ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga dan warga juga ikut serta merawatnya agar penggunaannya bisa berkelanjutan," harapnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Ilham mengapresiasi penataan kawasan yang mampu mengubah lahan terbengkalai menjadi area yang kembali indah dan asri.
"Memang seharusnya begini, lokasi-lokasi yang terbengkalai ditata ulang agar bermanfaat dan tidak dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggung jawab," tandasnya.