You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Hutan Kota UKI dan Cawang Disiram Secara Manual
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Hutan Kota UKI dan Cawang Disiram Secara Manual

Untuk mengatasi kekeringan akibat musim kemarau, Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Timur melakukan penyiraman secara manual terhadap tanaman di Hutan Kota UKI dan Cawang.

Hutan Kota UKI dan Hutan Kota Cawang kekeringan karena memang jauh dari sumber air, jadi penyiramannya manual

Kepala Seksi Pertanian Sudin KPKP Jakarta Timur, Iwan Indriyanto mengatakan, penyiraman secara manual terpaksa dilakukan di kedua hutan kota tersebut karena jauh dari sumber air. 

"Hutan Kota UKI dan Hutan Kota Cawang kekeringan karena memang jauh dari sumber air, jadi penyiramannya manual," ujar Iwan, Rabu (9/9).

Pulau Payung Bakal Disulap Jadi Hutan Produktif

Menurut  Iwan. saat ini ada 12 hutan kota yang dikelola Sudin KPKP Jakarta Timur, yaitu, Rawa Dongkal, Cijantung, Halim Perdanakusuma, Cawang, UKI, Pondok Kelpaa, Dukuh, Ujung Menteng, Cilangkap, Aneka Elok, Billymoon, dan DAS Hulu Sunter.

"Sepuluh hutan kota masih bisa teratasi dengan ketersediaan air di sekelilingnya," jelas Iwan. 

Iwan mengatakan, pohon yang usianya baru mencapai satu sampai dua tahun umumnya rawan kekeringan, lain halnya dengan pohon yang usianya di atas lima tahun.

"Kalau pohon sudah besar, usia di atas lima tahun bisa bertahan, kalau yang baru setahun rawan kekeringan, jadi perlu penyiraman yang intensif," tandas Iwan.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1193 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1179 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye968 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye947 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye857 personBudhi Firmansyah Surapati