You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Antisipasi Penyakit antrax, Hewan Kurban Kembali Diperiksa
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

Cegah Antraks, Sampel Darah Hewan Kurban Dicek Laboratorium

Suku Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Pusat kembali melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban yang dijual. Pemeriksaan kali ini untuk mengantisipasi penyakit antraks yang sering ditularkan dari hewan kurban.

Akan diuji laboratorium. Kalau memang kita temukan adanya hewan kurban yang mengandung penyakit antraks maka akan segera kita berikan larangan untuk dijual

Pantauan Beritajakarta.com, pemeriksaan dilakukan di Jalan Tanjung Selor, Kelurahan Cideng, Gambir, Jakarta Pusat. Petugas mengambil darah hewan secara acak untuk sampel pemeriksaan.

Kepala Suku Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan Jakarta Pusat, Muljadi mengatakan, daging hewan yang terindikasi terkena penyakit antraks sangat berisiko jika dikonsumsi.

Hewan Kurban di Tanah Abang Diperiksa

"Makanya hari ini kita periksa kembali kesehatan secara keseluruhan. Kita ambil sampling darah dari yang kita curigai tidak sehat," ujarnya, Jumat (18/9).

Menurut Muljadi, untuk pemeriksaan sampel darahnya akan dibantu oleh petugas dari Balai Kesehatan Hewan dan Ikan, Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan DKI Jakarta.

"Akan diuji laboratorium. Kalau memang kita temukan adanya hewan kurban yang mengandung penyakit antraks maka akan segera kita berikan larangan untuk dijual," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

    access_time17-09-2026 remove_red_eye3247 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2090 personFakhrizal Fakhri
  3. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye775 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Tarif Rp8 Mulai Hari Ini

    access_time16-09-2026 remove_red_eye763 personDessy Suciati
  5. Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

    access_time18-09-2026 remove_red_eye713 personDessy Suciati